ESTORIA - Timnas Indonesia tampil impresif saat membungkam Oman dengan skor telak 3-0 dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat. Penampilan dominan skuad Garuda tak hanya mengantar kemenangan meyakinkan, tetapi juga menuai pujian dari pelatih Oman, Tarik Sektioui.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Sektioui mengakui Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kualitas permainan yang diperlihatkan anak asuh Patrick Kluivert bahkan tidak sepenuhnya tercermin dari posisi Indonesia di peringkat FIFA saat ini.
"Tim Indonesia telah berkembang pesat. Peringkat mereka sekarang tidak menggambarkan kualitas sebenarnya, terutama jika melihat kemajuan yang mereka tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir," ujar Sektioui.
Pelatih yang menjalani debut bersama Timnas Oman itu menilai timnya kesulitan menghadapi organisasi permainan Indonesia yang solid di seluruh lini. Serangan yang dibangun melalui sektor sayap menjadi salah satu aspek yang paling merepotkan pertahanan Oman sepanjang laga.
Situasi tersebut diperparah oleh sejumlah kesalahan teknis yang dilakukan para pemain Oman. Indonesia pun mampu memanfaatkan momentum dengan baik melalui gol sundulan Justin Hubner serta penyelesaian klinis Ole Romeny.
Oman sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada babak pertama setelah mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-38. Namun, kiper Emil Audero tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi Hatem Al-Rushadi setelah berhasil menebak arah bola.
Meski akhirnya kembali kebobolan lewat gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56, Sektioui menilai timnya menunjukkan perkembangan positif setelah jeda pertandingan.
"Saya senang dengan apa yang saya lihat di babak kedua. Ini adalah pertandingan resmi pertama kami dengan grup ini. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil untuk membantu perkembangan tim ke depan," katanya.
Selain aspek taktik, Sektioui secara khusus menyoroti kualitas fisik para pemain Indonesia. Ia menilai kecepatan dan daya tahan yang dimiliki skuad Garuda menjadi faktor penting yang membuat tuan rumah mampu mendominasi jalannya pertandingan, terutama pada babak pertama.
"Secara fisik mereka sangat baik. Itu membuat mereka mampu mengontrol permainan pada babak pertama. Mereka cepat, dan secara taktis juga tampil baik. Ditambah kesalahan yang kami lakukan, itu membantu Indonesia," ujarnya.
Lebih jauh, Sektioui meyakini kekuatan fisik dan perkembangan permainan yang dimiliki Indonesia bisa menjadi modal berharga saat tampil di Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi.
Kemenangan atas Oman juga memiliki makna historis bagi Timnas Indonesia.
Hasil tersebut mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun untuk kembali menaklukkan Oman. Sebelumnya, kemenangan terakhir Indonesia atas tim asal Timur Tengah itu tercatat pada 1988.