estoria.id – Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya menjadi milik Timnas Indonesia. Di balik sejarah tersebut, ada satu nama yang tampil sebagai penyelamat pada momen paling menentukan: Emil Audero Mulyadi.

 

Kiper berusia 29 tahun itu menjadi salah satu aktor penting dalam keberhasilan Skuad Garuda menaklukkan Thailand pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

 

Pertandingan berlangsung penuh ketegangan. Indonesia dan Thailand saling kejar hingga waktu normal berakhir dengan skor 2-2. Bahkan, tambahan waktu 2x15 menit belum mampu memisahkan kedua tim.

Juara pun harus ditentukan lewat drama adu penalti.

 

Indonesia tampil tenang. Empat algojo yang dipercaya mengambil tendangan, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, berhasil menjalankan tugas mereka.

 

Tekanan kemudian beralih kepada Thailand.

 

Sarach Yooyen gagal setelah tendangannya hanya membentur tiang. Peluang Thailand kembali terbuka ketika Nattapong Sayriya maju sebagai eksekutor.

 

Namun, Emil Audero membaca arah bola dengan tepat.

 

Tangan Emil berhasil menepis tendangan Nattapong. Satu penyelamatan itu menjadi titik balik sekaligus penutup sempurna perjuangan panjang Indonesia.

 

Skor akhir 4-2 untuk Indonesia dalam adu penalti.

 

Skuad Garuda pun mencatat sejarah sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup 2026.

 

Bagi Emil, penyelamatan tersebut bukan sekadar keberhasilan menggagalkan penalti. Momen itu menjadi salah satu pencapaian paling berharga setelah perjalanan panjang hingga akhirnya memilih mengenakan seragam Merah Putih.

 

Dari Mataram, Tumbuh di Italia

 

Emil Audero Mulyadi lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997. Darah Indonesia mengalir dari sang ayah, sementara ibunya berasal dari Italia.

 

Masa kecil Emil lebih banyak dihabiskan di Italia. Bakatnya sebagai penjaga gawang mulai terasah sejak bergabung dengan Cumiana sebelum kemudian masuk ke akademi raksasa Italia, Juventus.

 

Dari level usia muda, Emil perlahan menapaki jenjang sepak bola profesional hingga akhirnya mendapat kesempatan masuk ke tim utama Juventus.

 

Debutnya di Serie A terjadi pada Mei 2017 ketika Juventus menghadapi Bologna.

 

Persaingan ketat di bawah mistar membuat Emil kemudian dipinjamkan ke Venezia pada musim 2017/2018. Keputusan tersebut justru menjadi titik penting dalam perkembangan kariernya.

 

Di Venezia, Emil memperoleh menit bermain yang jauh lebih banyak. Ia tampil dalam 38 pertandingan Serie B dan menunjukkan kapasitasnya sebagai penjaga gawang utama.

 

Performa tersebut kemudian menarik perhatian Sampdoria.

 

Pada 2018, Emil bergabung dengan klub asal Genoa itu dan menjalani beberapa musim sebagai salah satu penjaga gawang utama di Serie A.

 

Petualangannya berlanjut pada musim 2023/2024 ketika Inter Milan meminjamnya. Di klub raksasa Italia tersebut, Emil memang lebih sering berada di belakang Yann Sommer dalam hierarki penjaga gawang.

 

Namun, ia tetap mendapat kesempatan tampil, termasuk di Serie A dan Liga Champions.

 

Emil juga tercatat menjadi bagian dari skuad Inter yang meraih gelar Serie A musim 2023/2024 serta Supercoppa Italiana.

 

Setelah masa peminjamannya berakhir, Emil melanjutkan perjalanan bersama Como, Palermo, dan Cremonese.

 

Pada musim 2026/2027, ia kembali membuka lembaran baru dengan memperkuat Rayo Vallecano di Spanyol melalui status pinjaman dari Como.

 

Pernah Membela Italia, Berlabuh ke Indonesia

 

Sebelum akhirnya memilih Indonesia, Emil sebenarnya sudah cukup lama menjadi bagian dari sistem sepak bola Italia.

 

Ia pernah memperkuat Italia di berbagai kelompok umur, mulai U-17, U-19 hingga U-21.

 

Namun, satu hal yang kemudian menjadi pembeda dalam perjalanan karier internasionalnya: Emil tidak pernah mencatatkan penampilan bersama tim senior Italia.

 

Peluang untuk membela Indonesia sebenarnya sudah terbuka sejak beberapa tahun sebelumnya.

 

PSSI diketahui telah melakukan pendekatan kepada Emil pada awal 2022. Saat itu, sang penjaga gawang belum memberikan keputusan karena masih mempertimbangkan peluangnya bersama Italia.

 

Waktu akhirnya mengubah pilihan tersebut.

 

Emil kemudian menjalani proses naturalisasi bersama dua pemain lainnya, Joey Pelupessy dan Dean James. Ketiganya resmi menjadi Warga Negara Indonesia setelah mengucapkan sumpah kewarganegaraan di Roma pada 10 Maret 2025.

 

Tak butuh waktu lama bagi Emil untuk merasakan atmosfer pertandingan bersama Timnas Indonesia.

Debutnya terjadi saat Indonesia menghadapi China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 di SUGBK, 5 Juni 2025.

 

Debut itu langsung berakhir manis.

 

Emil mencatatkan clean sheet dan membantu Indonesia meraih kemenangan 1-0.

 

Lebih dari setahun kemudian, namanya kembali menjadi pusat perhatian di stadion yang sama.

 

Bedanya, kali ini taruhannya jauh lebih besar.

 

Bukan sekadar tiga poin, bukan pula tiket menuju babak berikutnya.

 

Ada trofi yang diperebutkan.

 

Dan ketika pertandingan final harus ditentukan lewat adu penalti, Emil berdiri sebagai benteng terakhir Indonesia.

 

Satu penyelamatan terhadap tendangan Nattapong Sayriya memastikan Thailand gagal mengejar ketertinggalan.

 

Indonesia menang.

 

Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 terangkat.

 

Dan Emil Audero menjadi salah satu nama yang akan dikenang dalam halaman pertama sejarah Skuad Garuda sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup.