estoria.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perawat memberikan klarifikasi terkait penanganan pasien di Rumah Sakit BHC Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan di media sosial. 

 

Perhatian warganet tertuju pada pengakuan perawat mengenai tindakan yang dilakukannya ketika pasien mengalami muntah dan infus disebut mengalami kemacetan.

 

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang diunggah oleh akun tiktok @patah.tpi.kuat pada Selasa (13/10/2026), tampak seorang perawat perempuan berjilbab abu-abu dan mengenakan seragam biru muda tampak dimintai keterangan oleh seorang pria. 

 

Suasana pemeriksaan berlangsung tegang, terutama ketika pembicaraan mengarah pada kondisi pasien setelah pemberian obat.

 

Perawat itu menjelaskan bahwa dirinya datang untuk memberikan obat sesuai jadwal yang ditentukan, yakni sekitar pukul 05.00. Sebelum pemberian obat, ia mengaku sempat melakukan konfirmasi kepada pasien mengenai kondisi dan apakah pasien sudah makan.

 

“Dalam keadaan sadar kan?” tanya pria yang memeriksa.

 

“Iya, dengan keluhan nyeri perut,” jawab perawat tersebut.

 

Pria itu kemudian menanyakan kembali keluhan pasien dan alasan pemberian obat. Perawat menjelaskan bahwa pemberian obat dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

 

Ia juga menerangkan bahwa obat diberikan secara bertahap. Menurut penjelasannya, obat untuk mengatasi mual dan muntah diberikan terlebih dahulu, sedangkan obat antinyeri dimasukkan terakhir.

 

Perawat itu mengaku telah menyampaikan kepada pasien bahwa obat antinyeri yang diberikan dapat menimbulkan sensasi nyeri saat proses pemberian berlangsung.

 

Namun, situasi yang kemudian menjadi sorotan terjadi ketika pasien disebut mengalami muntah dan infus mengalami kemacetan.

 

Dalam keterangannya, perawat tersebut mengatakan bahwa dirinya mematikan infus terlebih dahulu. Ia beralasan tindakan itu dilakukan saat pasien sedang muntah dan berencana kembali setelah kondisi tersebut selesai ditangani.

 

“Muntahnya diselesaikan dulu, Mas. Untuk infusnya saya matikan dulu, nanti saya ke sini lagi,” ujar perawat dalam video tersebut.

 

Penjelasan itu langsung mendapat tanggapan keras dari pria yang memeriksanya. Ia mempertanyakan keputusan perawat mematikan infus sekaligus meninggalkan pasien ketika kondisinya sedang mengalami muntah.

 

“Mbak, dalam keadaan pasien muntah, Mbak matikan infus, Mbak tinggalkan!” ucap pria tersebut dengan nada tinggi.

 

Ia kembali menegaskan bahwa pasien sedang dalam kondisi muntah ketika perawat memutuskan untuk meninggalkannya. Pria itu kemudian mempertanyakan pertimbangan di balik tindakan tersebut.

 

“Maksud Mbak gimana jadi perawat?” katanya.

 

Setelah pertanyaan itu dilontarkan, perawat tampak terdiam dan menundukkan kepala. Pemeriksaan dalam video berlanjut dengan permintaan agar perawat menjelaskan secara lebih terperinci tindakan yang dilakukannya.

 

Rekaman tersebut terpotong sebelum proses klarifikasi selesai. Karena itu, video yang beredar belum memperlihatkan keseluruhan pemeriksaan maupun penjelasan lengkap dari pihak-pihak terkait.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lengkap mengenai kronologi medis, hasil pemeriksaan internal rumah sakit, maupun penjelasan resmi dari manajemen BHC Sumenep terkait dugaan kelalaian yang ramai diperbincangkan.