estoria.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti rentetan kasus dugaan keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Sorotan itu disampaikan Anies melalui video yang diunggah di akun Instagram @aniesbaswedan pada Sabtu (5/9/2026). Hingga kini, video tersebut telah ditonton sekitar 392 ribu kali, disukai 45,7 ribu pengguna, dan dibanjiri 2.907 komentar.
Dalam video tersebut, Anies mengaku baru kembali dari Malaysia. Ia kemudian mengaku mengikuti pemberitaan mengenai kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan MBG dalam sepekan terakhir.
“Baca-baca berita keracunan MBG seminggu terakhir ini di Sidoarjo, Tana Toraja, Rembang, Klaten dan mungkin masih ada banyak lagi tempat-tempat lain,” kata Anies.
Menurut dia, kasus tersebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa. Sebab, jumlah korban mencapai ratusan siswa dan dalam beberapa kasus juga terdapat guru yang terdampak.
“Korbannya ratusan siswa bahkan ada guru juga,” ujarnya.
Anies lantas melontarkan pertanyaan mengenai kapan pemerintah dan masyarakat harus menganggap rentetan kasus tersebut sebagai persoalan serius yang membutuhkan evaluasi menyeluruh.
“Pertanyaan saya, berapa batas minimal jumlah korban anak-anak keracunan sampai kita mau anggap ini sebagai skandal, sebagai krisis besar, sebagai kasus luar biasa?” kata Anies.
Ia mempertanyakan apakah harus menunggu jumlah korban semakin banyak sebelum pemerintah mengambil langkah tegas dan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG.
“Sehingga kita akhirnya mau tekan rem darurat untuk mengevaluasi secara total semuanya,” lanjutnya.
Anies juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadi terbiasa dengan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut.
“Apakah kita mau tidak sensitif pada risiko yang dihadapi anak-anak kita?” tanyanya.
Ia kemudian mempertanyakan anggapan bahwa kasus keracunan merupakan insiden biasa yang tidak perlu dibesar-besarkan.
“Apakah kita mau semakin kebal terhadap masalah dan semakin anggap semua ini, ah ini kejadian biasa saja, ini sering terjadi, ini bukan masalah sistemik, ini tidak perlu dibesar-besarkan dan tidak perlu ada yang dituntut bertanggung jawab atau dihukum karenanya,” ujar Anies.
Di akhir pernyataannya, Anies kembali menekankan pentingnya menentukan batas toleransi terhadap risiko yang dialami anak-anak dalam program MBG.
“Sekali lagi, di mana batas toleransi kita? Coba kita pikirkan,” katanya.
Ramai Dikomentari Warganet
Unggahan Anies tersebut langsung memancing beragam respons warganet. Sejumlah pengguna Instagram bahkan menyerukan agar program MBG dihentikan.
Akun @mama_wenni_ misalnya, menulis komentar yang menyerukan penghentian program tersebut.
“Rakyat harus bersatu setop MBG cuma menambah hutang negara menggunung buat membodohi rakyat,” tulisnya.
Komentar senada disampaikan akun @aladam20. Ia menilai pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) belum menyelesaikan persoalan yang muncul.
“Sudah ganti-ganti kepala BGN tapi tetap saja MBG beracun, lebih baik hentikan MBG,” tulisnya.
Sementara akun @elvatazar menyoroti keselamatan anak-anak yang menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Stop MBG jangan tambah lagi korban anak anak bangsa,” tulisnya.