estoria.id – Sebuah video berdurasi 44 detik yang beredar di media sosial menyampaikan pesan satir tentang rentetan persoalan yang tengah menjadi sorotan publik. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gejolak pasar saham, pelemahan rupiah, hingga persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penanganan korban gempa, semuanya dirangkai dalam satu narasi yang berujung pada pesan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

 

Video tersebut dibuka dengan kalimat singkat yang menyandingkan kebakaran hutan dengan kehancuran saham. Narasi kemudian berlanjut pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan pelemahan nilai tukar rupiah. Rangkaian persoalan itu disampaikan secara cepat, diiringi pergantian visual berupa hutan terbakar, grafik pasar saham yang menurun, antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta tampilan kurs dolar terhadap rupiah.

 

Video itu selanjutnya menyoroti sejumlah persoalan yang disebut berdampak langsung terhadap masyarakat. Salah satunya adalah laporan mengenai dugaan keracunan massal dalam program MBG yang, menurut teks pada video, telah menyentuh angka 50 ribu anak.

 

Narasi berlanjut dengan menyinggung pemberitaan tentang 108 orang yang disebut meninggal dunia di pengungsian pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah itu, video menampilkan informasi mengenai ratusan ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dikaitkan dengan karhutla, termasuk kasus yang menimpa anak-anak.

 

Setelah menyusun sederet persoalan tersebut, pembuat video mengalihkan pesannya kepada masyarakat. Dengan latar langit mendung, pria dalam video itu meminta publik mencatat dan menyimpan seluruh kejadian tersebut dalam ingatan.