Hingga pertandingan usai, Argentina hanya menghasilkan dua tembakan, sementara Spanyol membukukan 20 percobaan. Selisih 18 tembakan ini menjadi catatan terburuk kedua dalam sejarah final Piala Dunia. Rekor terburuk masih terjadi pada final 1990 ketika Jerman Barat melepaskan 23 tembakan, sedangkan Argentina hanya satu.

 

3. Kalah Total di Area Berbahaya

 

Dominasi Spanyol juga terlihat di sepertiga akhir lapangan. La Roja mencatatkan 235 operan sukses di area tersebut, sedangkan Argentina hanya mampu membukukan 47 operan. Angka field tilt mencapai 83,3 persen untuk Spanyol, menandakan hampir seluruh tekanan datang dari tim besutan Luis de la Fuente.

 

4. Bermain Kasar, Lakukan 25 Pelanggaran

 

Kesulitan mengimbangi permainan lawan membuat Argentina lebih sering menghentikan serangan dengan pelanggaran. Sepanjang pertandingan, Tim Tango melakukan 25 pelanggaran, jumlah terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak final edisi 2022.