Dalam sesi wawancara seusai pertandingan, salah satu perwakilan RRQ menyoroti perubahan tersebut. Ia mengakui bahwa permainan sebelumnya masih diwarnai persoalan disiplin.
“Kemarin kita kurang disiplin, sekarang kita bermain lebih disiplin,” kata Said, Player RRQ, Minggu (10/9/2026).
Pernyataan itu menggambarkan perubahan pendekatan RRQ pada pertandingan kali ini. Mereka tidak ingin kembali mengulangi kesalahan yang membuat EVOS mampu memenangkan pertemuan sebelumnya.
Dengan kemenangan 2-1, RRQ pun berhasil merebut kembali momentum sekaligus menambah catatan positif dalam rivalitas panjang melawan EVOS.
Derby Klasik ke-41 akhirnya menjadi panggung kebangkitan RRQ. Setelah kalah pada leg pertama, mereka mampu menjawabnya dengan kemenangan yang sekaligus menjadi balas dendam manis di pertemuan berikutnya.