Ketua Panpel Piala AFSPORT U-17, Hasbul, mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi pascainsiden.

 

"Jadi, melihat situasi dan kondisi seperti kemarin, maka atas pertimbangan berbagai hal, kompetisi ini tidak bisa dilanjutkan," kata Hasbul, Rabu (21/10/2026) sore.

 

Menurut Hasbul, insiden tersebut juga menjadi perhatian Kapolresta Sumenep, terutama menyangkut aspek perizinan penyelenggaraan pertandingan. Pertimbangan keamanan dan perizinan itu turut mendasari keputusan untuk menghentikan kompetisi.

 

"Makanya, keputusan ini kita ambil atas dasar beberapa pertimbangan dan lain-lainnya," ujarnya.

 

Penghentian turnamen ini memperlihatkan dampak luas dari keributan di lapangan. Bukan hanya dua kesebelasan yang menerima sanksi diskualifikasi, seluruh peserta akhirnya harus kehilangan kesempatan melanjutkan kompetisi.