BGN Bangga Program MBG Habiskan Rp32 Triliun dalam 1,5 Bulan
Kepala BGN Dadan Hindayana sebut 70 persen dana untuk bahan baku program MBG, BPS proyeksikan setiap rp1 belanja BGN picu dampak ekonomi hingga tujuh kali lipat.
ESTORIA – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah mencatatkan rekor penyerapan anggaran tercepat dalam sejarah Indonesia.
Dalam kurun waktu satu setengah bulan, lembaga tersebut mengaku berhasil merealisasikan anggaran hingga puluhan triliun rupiah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mencairkan dana sebesar Rp32,1 triliun.
Menurutnya, angka tersebut belum pernah dicapai kementerian atau lembaga mana pun dalam periode waktu yang sama.
“BGN sudah mencairkan Rp32,1 triliun dan belum pernah ada sepanjang sejarah republik ada sebuah kementerian yang sudah mencairkan Rp31,1 triliun dalam waktu 1,5 bulan,” ujar Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta, Sabtu (21/2), seperti dikutip ESTORIA.
Dana tersebut, kata Dadan, digunakan untuk menunjang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Skema penggunaan anggaran dibagi ke dalam tiga pos utama.
Sebagian besar dana, yakni 70 persen, dialokasikan untuk pembelian bahan baku. Sementara 20 persen lainnya dipakai guna menutup kebutuhan operasional, dan 10 persen disalurkan sebagai insentif bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.
“70 persen untuk beli bahan baku, 20 persen untuk bayar operasional dan 10 persen untuk memberikan insentif kepada mereka yang melakukan bantuan di dalam program makan bergizi gratis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan, bahwa berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, belanja yang dikeluarkan BGN diproyeksikan memberikan efek pengganda terhadap perekonomian nasional.
“BPS sudah memberikan kajian bahwa 1 rupiah, yang dikeluarkan oleh badan gizi itu akan menumbuhkan ekonomi kurang lebih tujuh kalinya,” tuturnya.
Untuk tahun anggaran 2026, pagu BGN ditetapkan sebesar Rp268 triliun dalam APBN. Total potensi dana yang dapat dikelola bahkan mencapai Rp335 triliun, termasuk dana cadangan sebesar Rp67 triliun.
Dari keseluruhan alokasi tersebut, sekitar 95,4 persen atau Rp248,28 triliun diperuntukkan bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sisanya dialokasikan untuk kebutuhan operasional kelembagaan serta fungsi pengawasan. (*)



