Isu Setoran Rp200 Ribu Per Dapur MBG di Sumenep

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Isu Setoran Rp200 Ribu Per Dapur Mengiringi Program MBG di Sumenep (Istimewa/Doc. Estoria)

i

Gambar Ilustrasi Isu Setoran Rp200 Ribu Per Dapur Mengiringi Program MBG di Sumenep (Istimewa/Doc. Estoria)

ESTORIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, yang digadang sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat, kini menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai dugaan penarikan dana dari setiap dapur MBG.

Berdasarkan keterangan sumber terpercaya, setiap dapur MBG di Sumenep disebut-sebut diminta menyetor dana sebesar Rp200 ribu melalui mekanisme yang terkoordinasi.

Penarikan tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya mengantisipasi munculnya pemberitaan bernada kritis terkait pelaksanaan program.

Sumber yang mengetahui alur penarikan tersebut menyebutkan, iuran tidak diminta secara individual, melainkan dikoordinasikan melalui koordinator dapur di tingkat kecamatan.

Informasi yang diterimanya menyebutkan, kebijakan tersebut diduga berlaku untuk seluruh dapur MBG di Kabupaten Sumenep.

“Bukan perorangan. Ada koordinasi. Koordinator dapur kecamatan yang mengatur. Informasinya, semua dapur diminta setor,” ungkap sumber, Jumat (6/2/2026), dengan meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber tersebut, penarikan dana tidak sepenuhnya merupakan inisiatif koordinator kecamatan.

Ia mengklaim, instruksi tersebut berasal dari pihak pengurus di tingkat kabupaten. “Katanya perintah dari atas, dari pengurus yang ada di Sumenep,” ungkapnya.

Jika informasi ini terbukti benar, maka persoalan MBG di Kabupaten Sumenep tidak lagi sebatas pada kualitas menu atau teknis pengelolaan dapur.

Isu tersebut berpotensi mengarah pada persoalan yang lebih mendasar, yakni transparansi anggaran, etika pengelolaan program publik, serta relasi antara pengelola program dan media.

Sumber tersebut menegaskan bahwa informasi yang disampaikannya memiliki dasar yang kuat. “Saya siap bertanggung jawab. Informasi ini valid,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak-pihak terkait, termasuk pengelola Program MBG di Kabupaten Sumenep, guna memperoleh klarifikasi resmi dan menjaga keberimbangan pemberitaan. ***

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Robot 69 Bahasa Hadir di Haji 2026, Arab Saudi Permudah Jemaah dari Seluruh Dunia
Skandal Hibah Jatim Menggurita, KPK Periksa Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan
Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar
Babak Baru Dimulai, Manuver Militer Iran Bikin Timur Tengah Kian Panas
Universitas Annuqayah Jadi Titik Awal Safari Jurnalistik 2026, Fokus Cetak Jurnalis Kritis
BSU Rp600 Ribu Disebut Cair Diam-Diam? Simak Fakta Sebenarnya
Indonesia di Antara Negara-Negara Terjerat Utang
Tiga WNI Cetak Sejarah Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Aichi Jepang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 20:08 WIB

Robot 69 Bahasa Hadir di Haji 2026, Arab Saudi Permudah Jemaah dari Seluruh Dunia

Senin, 11 Mei 2026 - 16:53 WIB

Skandal Hibah Jatim Menggurita, KPK Periksa Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan

Senin, 11 Mei 2026 - 16:37 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar

Senin, 11 Mei 2026 - 16:23 WIB

Babak Baru Dimulai, Manuver Militer Iran Bikin Timur Tengah Kian Panas

Senin, 11 Mei 2026 - 12:00 WIB

Universitas Annuqayah Jadi Titik Awal Safari Jurnalistik 2026, Fokus Cetak Jurnalis Kritis

Berita Terbaru

×