Musik tongtong selama ini dikenal memiliki karakter bunyi yang khas. Kesenian tersebut lahir dari kreativitas masyarakat Madura dan terus berkembang menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya yang merepresentasikan semangat, kebersamaan, sekaligus kreativitas masyarakat.

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, tampilnya musik tongtong dalam rangkaian MotoGP menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

“Yang jelas, Musik Tongtong hadir pada momentum MotoGP menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

 

Achmad Fauzi menegaskan, seni budaya tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai bagian dari cerita masa lalu. Sebaliknya, kesenian tradisional harus terus diberi ruang agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

 

Karena itu, tampilnya musik tongtong di Mandalika dinilai menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan terhadap budaya Sumenep dan Madura. Di sisi lain, panggung tersebut juga membuka ruang lebih besar bagi para pelaku seni untuk terus berkarya.