estoria.id – Festival Musik Tongtong Sumenep kembali mendapat pengakuan nasional melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Keberhasilan masuk dalam agenda unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk kedua kalinya menjadi momentum bagi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

 

Harapan tersebut disampaikan Fauzi saat Festival Musik Tongtong digelar di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Kementerian Pariwisata yang kembali memberikan kepercayaan kepada Sumenep untuk menampilkan salah satu kesenian khas Madura di panggung nasional.

 

Fauzi menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan festival tidak terlepas dari keterlibatan para pelaku seni, panitia, komunitas, dan masyarakat yang terus menjaga eksistensi musik tongtong sebagai bagian dari identitas budaya Sumenep.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, panitia, para pelaku seni, serta rekan-rekan tongtong Kabupaten Sumenep,” ujar Fauzi.

 

Sebanyak 10 kelompok musik tongtong dijadwalkan tampil dalam perhelatan tersebut. Penampilan mereka menjadi gambaran keberagaman kreativitas seni tradisional yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

 

Bagi Fauzi, Festival Musik Tongtong bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat luas sekaligus menjaga agar tradisi lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

 

Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap festival tersebut dapat berlanjut pada tahun mendatang.

 

“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata. Semoga tahun depan Kabupaten Sumenep masih dipercaya untuk tetap menyelenggarakan Karisma Event Nusantara 2027,” katanya.

 

Kementerian Pariwisata Apresiasi Bupati Sumenep

 

Dukungan terhadap keberlanjutan Festival Musik Tongtong juga disampaikan Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Eni Komiarti.

 

Dalam sambutannya, Eni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep atas komitmennya mengembangkan pariwisata berbasis seni dan budaya. Ia secara khusus menyoroti peran pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan festival yang melibatkan komunitas serta berbagai unsur masyarakat.

 

“Kami dari Kementerian Pariwisata menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep yang bekerja sama dengan komunitas dan seluruh pihak,” ujar Eni.

 

Eni menyebut Festival Musik Tongtong menjadi salah satu dari 11 event di Jawa Timur yang terpilih dalam KEN 2026. Secara nasional, terdapat 125 event yang dikurasi dari 38 provinsi.

 

Menurutnya, festival berbasis budaya memiliki potensi lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni. Kegiatan semacam ini dapat membuka peluang ekonomi kreatif, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan pekerja pariwisata untuk terlibat langsung.

 

Ia berharap Festival Musik Tongtong terus berkembang sebagai atraksi wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Sumenep.

 

“Besar harapan kami, Festival Tongtong menjadi contoh sukses bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dapat melahirkan atraksi wisata berbasis budaya unggulan,” tutur Eni