estoria.id - Film animasi independen China, Niu Lai atau The Arrival of the Ox, tiba-tiba mencuri perhatian setelah mengalami lonjakan penonton di tengah derasnya kritik terhadap kualitas film tersebut.
Ironisnya, animasi dengan tampilan visual sederhana dan pengerjaan terbatas itu justru mampu mencuri panggung di tengah persaingan dengan film-film blockbuster Hollywood, termasuk Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan.
Pada awal penayangannya, Niu Lai jauh dari kata sukses. Film tersebut menjadi sasaran cibiran warganet karena kualitas animasinya dianggap kasar, kaku, bahkan terlihat patah-patah. Jalan ceritanya pun dinilai canggung dan sulit dipahami.
Niu Lai bercerita tentang seekor anak sapi yang bercita-cita menjadi seorang pejuang. Dalam petualangannya, ia ditemani seekor burung skylark. Di balik kisah sederhana itu, film ini sebenarnya membawa pesan tentang keberanian dan pengorbanan.
Namun, pesan tersebut justru dianggap tidak tersampaikan dengan baik oleh sebagian penonton. Beijing News, sebagaimana dikutip Channel News Asia, bahkan menyoroti gerakan animasi yang terlihat tidak mulus serta pengisi suara yang terdengar kaku.