Ibu Tiri NS Bantah Luka Melepuh Sebab Air Panas, Warganet: Apa Guna Adem Sari?
Di tengah duka kematian NS, bantahan sang ibu tiri soal luka melepuh memantik komentar satir para warganet. Dalih “panas dalam” dianggap tak masuk akal. Fakta forensik masih ditunggu.
ESTORIA – Ibu tiri NS (12), bocah asal Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membantah tudingan bahwa luka melepuh di tubuh korban disebabkan siraman air panas. Pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras warganet yang mempertanyakan logika penjelasan sang ibu tiri.
Ibu tiri berinisial TR (47) itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyiramkan air panas ataupun memaksa korban meminumnya sebagaimana tudingan yang beredar luas di media sosial.
“Saya berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang saya harapkan, dan tidak sekejam itu seperti yang dituduhkan oleh para netizen. Netizen itu memang yang mahabenar segalanya, tetapi kan tidak seperti itu sebenarnya, bukan kaya begitu,” ujar TR, sebagaimana dilansir Kompas dan dikutip Estoria, Minggu (22/2).
TR menyatakan, luka melepuh yang ditemukan di beberapa bagian tubuh NS bukan akibat penyiraman air panas, melainkan karena faktor panas yang menyerang tubuh korban.
“Terkait penyiraman yang kaya gitu, itu tidak benar dan tidak ada, jujur itu kalaupun ada kulit yang melepuh (pada NS), itu faktor dari panas dalam gitu, terus akibat (ada dugaan penyakit yang diderita NS), jadi tidak ada yang namanya penyiraman air panas, ataupun minum air panas tidak pernah ada, saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen,” katanya.
Menurut TR, ia telah merawat NS sejak duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Kini ia menyatakan pasrah atas situasi yang terjadi dan menyerahkan sepenuhnya pada proses waktu.
“Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya,” katanya.
Hasil Autopsi
Sebelumnya diberitakan, NS ditemukan meninggal dunia dengan luka di hampir seluruh bagian tubuhnya. Hasil autopsi sementara menunjukkan adanya luka bakar pada lengan, kaki, paha, tangan, punggung, serta area bibir dan hidung korban.
Tim dokter forensik belum menyimpulkan secara final penyebab luka tersebut. Dugaan sementara mengarah pada paparan panas yang menimbulkan luka bakar, namun kepastian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Sampel organ paru-paru dan jantung korban telah dibawa ke laboratorium untuk analisis lebih lanjut. Proses pemeriksaan diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga tujuh hari sebelum hasil final diumumkan.
Komentar Warganet
Penjelasan TR mengenai “panas dalam” sebagai penyebab kulit melepuh memicu gelombang komentar dari warganet. Sejumlah akun pembaca Kompas mempertanyakan klaim tersebut dengan nada satir.
Akun bernama Si Komo Lewat menulis, “panas dalam saking panasnya sampe kulit melepuh 😂 si ibu waktu pelajaran ngarang kurang menyimak..”
Akun Rambo Techno berkomentar, “lebih kejam ibu tiri apa ibukota ya Si Komo Lewat?”
Sementara itu, Drs.H.Muhammad Nasir menuliskan, “bisa juga yaa, panas dalam sampai kulit melepuh? barusan dengar…”
Komentar lain datang dari akun Balas Bagus yang menulis, “ini yang pea si emak atau netijen ya? panas dalam sampai melepuh, apa guna adem sari…..?????”
Akun Ronnie Chow turut menimpali, “wkwkwkwkwk, bisaan aje ibu tiri. untung ga sekejam ibu kota”.
Kasus kematian NS kini masih dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum. Sementara Ibu Tiri NS telah ditahan oleh kepolisian setempat.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti luka bakar yang ditemukan di tubuh korban sebelum menentukan langkah hukum lebih lanjut.
***



