“Tujuan utama kami bukan untuk mendapatkan juara, tetapi bagaimana masyarakat bisa datang, melihat dan memahami apa yang sudah dilakukan pemerintah, termasuk bagaimana arah pembangunan Sumenep ke depan,” tegasnya.

 

Melalui stan tersebut, masyarakat disuguhkan beragam informasi pembangunan Kabupaten Sumenep. Di antaranya program unggulan daerah, capaian pembangunan, kondisi sosial ekonomi hingga inovasi yang dikembangkan untuk mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

 

Berbagai indikator pembangunan juga ditampilkan secara terbuka, seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta Indeks Gini.

 

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai sejumlah dokumen dan sistem perencanaan pembangunan, antara lain Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.

 

Bappeda turut memperkenalkan bagaimana proses perencanaan pembangunan daerah dilakukan. Mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.