“Saya siap menerima resiko apa yang saya lakukan. Saya tidak ada niat jahat, itu adalah bentuk amarah publik terhadap penjabat yang digaji dengan uang rakyat tapi tidak bekerja sebagaimana mestinya,” tegasnya.

 

Botok menilai tindakannya merupakan bentuk luapan kekecewaan terhadap pejabat yang menurut pandangannya tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Ia menyebut aksi tersebut sebagai ekspresi kemarahan publik terhadap persoalan yang menjadi sorotan masyarakat.