Ia membenarkan bahwa 27 siswa SD dan 36 siswa SMA telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Angata.
“Sudah ditangani anggota, ada 27 orang siswa SD dan 36 orang siswa SMA di Puskesmas,” kata Daeng Riandika.
Berdasarkan keterangan kepolisian, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angata, Konawe Selatan.
Namun, asal makanan tersebut belum serta-merta membuktikan bahwa menu MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Polisi masih melakukan penelusuran untuk memastikan rangkaian peristiwa dan faktor yang memicu munculnya keluhan.
“Masih diperiksa anggota, karena sudah sehari kejadiannya,” ujarnya.