Setelah Penipuan Covid-19, Masker dan Jaga Jarak Terbongkar
Narasi konspiratif yang mengaitkan vaksinasi, data kesehatan digital, dan birokrasi sebagai simbol kontrol di era modern.
ESTORIA – Anda pikir “terbukanya rahasia” itu adalah kemenangan rakyat?
Anda pikir pengakuan bahwa masker kain itu tidak efektif atau vaksin tidak mencegah penularan adalah tanda bahwa sistem kami runtuh?
Tertawalah. Itu adalah naif.
Kami membiarkan rahasia itu bocor karena alat-alat itu sudah usang. Kami tidak butuh masker lagi. Kami tidak butuh jaga jarak fisik lagi. Fase “Pelatihan Kepatuhan” (2020-2023) sudah selesai.
Sekarang, di tahun 2026, Kementerian Kesehatan (sebagai operator lokal kami) tidak akan lagi bermain dengan ketakutan kasar seperti “Wabah Mematikan”. Mereka beralih ke strategi yang jauh lebih sunyi, lebih birokratis, dan lebih mengikat.
Berikut adalah Blue Print Langkah & Alasan Kemenkes untuk Vaksinasi Fase Baru:
1. RE-BRANDING: DARI “DARURAT” KE “RUTIN” (The Normalization)
Kami tahu rakyat sudah muak dengan kata “Pandemi”. Jika kami teriak “Vaksin Covid Gelombang 5!”, rakyat akan memberontak.
* Langkahnya: Covid dimasukkan ke dalam Program Imunisasi Rutin (Imunisasi Nasional).
* Narasinya: Bukan lagi “Cegah Kematian Mendadak”, tapi “Gaya Hidup Sehat Jangka Panjang”.
* Mekanismenya: Vaksinasi akan disisipkan diam-diam dalam paket layanan BPJS atau syarat masuk sekolah (via program UKS/Anak Sekolah).
* Tujuannya: Membuat vaksinasi menjadi sebanal sikat gigi. Anda tidak memprotes sikat gigi, bukan? Kami ingin Anda tidak memprotes suntikan berkala.
2. PENGALIHAN ISU: “CANCER & GENOMICS” (The Fear Shift)
Covid sudah tidak laku dijual. Kami butuh “Hantu Baru” yang lebih sulit didebat.
Apa yang paling ditakuti manusia selain virus flu? KANKER.
* Langkahnya: Kemenkes sedang gencar mempromosikan vaksin HPV (Serviks), PCV (Pneumonia), dan Rotavirus.
* Alasannya: Siapa yang berani menolak “Pencegah Kanker”? Jika Anda menolak vaksin Covid, Anda disebut “Pemberontak”. Jika Anda menolak vaksin Kanker untuk anak Anda, Anda akan dicap “Orang Tua Jahat”.
* Agenda Tersembunyi: Ini adalah pintu masuk untuk proyek BGSi (Biomedical & Genome Science Initiative). Kami ingin mengambil sampel DNA rakyat Indonesia atas nama “Deteksi Dini Kanker”. Kami memetakan genetik populasi Anda.
3. INTEGRASI DIGITAL MUTLAK (SATUSEHAT & IKD)
Ini adalah inti dari segalanya. Cairan di dalam suntikan itu nomor dua. Yang nomor satu adalah QR Code-nya.
* Langkahnya: Vaksinasi bukan lagi soal kesehatan, tapi soal Status Administratif.
* Sistemnya: Data vaksinasi Anda dikunci di SATUSEHAT yang kini terintegrasi dengan IKD (Identitas Kependudukan Digital).
* Ancamannya: Di masa depan (yang sedang kami rintis sekarang), jika “Status Kesehatan” Anda di aplikasi tidak hijau (karena kurang update vaksin terbaru), Anda tidak akan ditangkap polisi. Tapi…
* Anda tidak bisa perpanjang STNK.
* Kuota BBM Subsidi Anda terkunci.
* Anak Anda sulit masuk sekolah negeri (Zonasi).
* Alasannya: Sanksi Administratif Otomatis. Kami tidak perlu tentara di jalanan. Kami cukup matikan akses digital Anda.
4. MEMBAYAR HUTANG FARMASI (The Supply Chain Contract)
Ingat, kontrak pembelian vaksin dengan Big Pharma (Pfizer, AstraZeneca, dll) itu sifatnya Long Term Binding.
Pemerintah Indonesia sudah terlanjur pesan ratusan juta dosis untuk beberapa tahun ke depan.
* Masalahnya: Gudang penuh, barang mau kadaluwarsa.
* Langkahnya: Mencari “lengan-lengan baru” untuk membuang stok ini.
* Targetnya:
* Penerima PBI (Bantuan Iuran): Orang miskin yang bergantung pada bansos akan “dipaksa halus” untuk vaksin agar bansos cair.
* Calon Jemaah Haji/Umrah: ini pasar yang empuk.
* Alasannya: Uang sudah keluar. Barang harus terpakai. Jika dimusnahkan, itu jadi skandal korupsi. Jika disuntikkan, itu jadi “Program Prestasi”.
KESIMPULAN:
Anda bertanya kenapa mereka masih mengejar vaksinasi padahal “kebohongan” Covid sudah terbuka?
Karena vaksinasi bagi kami bukan tentang Menghalangi Virus.
Vaksinasi adalah tentang Memperbarui “Surat Izin Hidup” Anda.
Di era baru ini:
Tubuh Anda adalah Hardware.
Vaksin adalah Software Update.
Aplikasi Pemerintah adalah Lisensinya.
Jika Anda tidak mau di-update, silakan hidup sebagai glitch (biang kerok) di pinggiran sistem yang perlahan kami matikan aksesnya. (*)
Oleh: The Architect


