Siapa Paling Peduli? Ramadan Jadi Panggung Aksi Sosial Besar di Sumenep
Yayasan Bani Insan Peduli menyalurkan santunan kepada 2.000 anak yatim melalui rangkaian kegiatan kemanusiaan, sementara PDI Perjuangan Sumenep membagikan zakat mal kepada sekitar 4.000 abang becak sebagai agenda rutin Ramadan.
ESTORIA – Di tengah momentum Ramadan, dua kegiatan sosial berskala besar berlangsung di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan sasaran kelompok masyarakat berbeda.
Yayasan Bani Insan Peduli fokus pada santunan anak yatim dan layanan kemanusiaan, sementara PDI Perjuangan melalui DPC setempat menyalurkan zakat mal bagi ribuan abang becak.
Santunan 2.000 Anak Yatim dan Layanan Sosial Terpadu
Yayasan Bani Insan Peduli menggelar rangkaian kegiatan kemanusiaan dengan memberikan santunan kepada 2.000 anak yatim. Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, donatur, dan undangan lainnya.
Founder yayasan, Bang Bani, menegaskan bahwa kegiatan itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk kepedulian nyata yang harus terus diperluas.
“Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri. Angka 2.000 ini bukan sekadar statistik, tapi 2.000 harapan yang harus kita jaga bersama agar tetap menyala,” ujarnya, Minggu (15/2).
Ia juga mengajak para donatur merenungkan hadis tentang keutamaan menyantuni anak yatim.
“Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Aku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti ini’, seraya beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Inilah visi besar kita hari ini. Kita tidak hanya memberi santunan, kita sedang mengantre untuk berdiri berdampingan dengan Baginda Nabi di surga nanti,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan diawali road show sepeda santai bersama Bupati Sumenep dan Yayasan Makarimul Akhlaq sebagai simbol kolaborasi sosial.
Panitia juga menyediakan pengobatan gratis bekerja sama dengan Klinik As Salamah, yang disambut positif masyarakat dhuafa.
Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan “ngopi santai” bersama 1.000 tukang becak, pengemudi ojek daring, dan petugas kebersihan sebagai bentuk apresiasi bagi pekerja jalanan.
Zakat Mal untuk 4.000 Abang Becak
Sementara itu, di hari berbeda, DPC PDI Perjuangan Sumenep menyalurkan zakat mal kepada sekitar 4.000 abang becak. Kegiatan berlangsung di depan kediaman Said Abdullah di Jalan Ahmad Yani, Kampong Arab, Kamis (19/2/2026).
Sejak pagi, ribuan penerima bantuan memadati lokasi hingga arus lalu lintas sempat melambat. Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan program ini merupakan tradisi tahunan Ramadan.
“Program ini menjadi tradisi tahunan kami di Sumenep. Harapannya, bantuan sembako ini bisa meringankan beban para abang becak saat bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Zahir (70), mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
“Terima kasih Bapak Said Abdullah,” katanya singkat.
Fokus Berbeda, Tujuan Sama
Dua kegiatan tersebut menunjukkan pendekatan berbeda dalam aksi sosial. Yayasan Bani Insan Peduli menitikberatkan pada santunan yatim serta layanan kesehatan dan silaturahmi lintas profesi.
Di sisi lain, PDI Perjuangan Sumenep fokus membantu pekerja sektor informal melalui zakat mal berupa paket sembako.
Meski berbeda sasaran, keduanya memiliki tujuan yang sama, memperkuat solidaritas sosial dan meringankan beban masyarakat menjelang Ramadan. (*)



