estoria.id - Video reaksi siswa SD Negeri 1 Karangpucung saat mengetahui program Makan Bergizi Gratis (MBG) diliburkan mendadak ramai di media sosial. Bukan kecewa, para siswa justru kompak bersorak kegirangan.
Momen tersebut direkam dan diunggah akun TikTok @bu_fitria pada Jumat (4/9/2026). Hingga Sabtu (5/9/2026), video itu telah ditonton 216,6 ribu kali, mendapat 15,3 ribu suka, serta dibanjiri 3.906 komentar.
Dalam video tersebut, seorang guru awalnya sengaja tidak memberi tahu para siswa bahwa MBG hari itu ditiadakan. Ia kemudian masuk ke kelas dan menyampaikan kabar tersebut.
“Untuk hari ini, MBG-nya libur,” ujar sang guru.
Alih-alih terdengar kecewa, seisi kelas langsung meledak dalam sorakan.
“Yeeeeeeeeee!” teriak para siswa.
Beberapa di antaranya bahkan berseru,
“Yee, Alhamdulillah!” Guru tersebut tampak heran melihat reaksi anak-anak. Ia kemudian mencoba menggali alasan di balik kegembiraan mereka.
“Eh, kenapa kok malah pada senang? Lebih mending makan di rumah?” tanya sang guru.
Para siswa kemudian mengungkapkan alasannya. Salah seorang siswa menyebut makanan MBG kerap tidak habis. Menurut mereka, makan di rumah terasa lebih menyenangkan ketika makanan yang diberikan melalui program tersebut tidak sesuai selera atau tersisa.
Percakapan kemudian bergeser pada persoalan anggaran.
“Sayang ngeluarin uang 1,3 T,” ujar sang guru, yang kemudian langsung disambut jawaban serempak para siswa.
“Ya betul! Betul!” Guru itu lantas memastikan bahwa jawaban tersebut benar-benar berasal dari para siswa, bukan hasil arahan sebelumnya.
“Ini beneran ya, Bu Guru. Kalian ngomong sendiri ya. Tanpa Bu Guru briefing buat jawab apa gitu, enggak ya. Sendiri!” katanya.
Ketika kembali ditanya apakah mereka lebih memilih makan di rumah, para siswa tetap pada jawabannya.
“Mending MBG libur daripada ngeluarin 1,3 T,” kata mereka.
Guru kemudian melempar pertanyaan lain: jika anggaran sebesar itu tidak digunakan untuk MBG, menurut para siswa sebaiknya dialokasikan untuk apa?
Jawabannya kembali terdengar kompak.
“Buat kuliah?” tanya guru.
“Lebih mending buat biaya kuliah,” jawab siswa.
Bahkan, ada siswa yang menyampaikan alasan yang cukup menohok: masih ada orang yang tidak mampu membiayai kuliah.
Video tersebut kemudian menuai ribuan komentar warganet. Reaksi spontan para siswa menjadi sorotan karena memperlihatkan cara pandang anak-anak terhadap program MBG, makanan yang mereka terima, sekaligus penggunaan anggaran negara.
Meski demikian, pernyataan dalam video tersebut merupakan pendapat dan respons spontan para siswa, sehingga tidak serta-merta dapat dijadikan ukuran untuk menilai efektivitas keseluruhan program MBG.
Namun satu hal yang membuat video itu ramai diperbincangkan: ketika ditanya soal MBG, anak-anak justru tidak meminta program tersebut kembali. Mereka malah meneriakkan satu kata yang sama—“Kuliah!".