estora.id - Peralihan warisan salah satu keluarga bisnis terbesar di Indonesia resmi tercatat. Sebagian kepemilikan saham milik mendiang Michael Bambang Hartono di PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), perusahaan induk yang menguasai saham mayoritas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), kini telah beralih kepada para ahli waris.

 

Berdasarkan dokumen yang beredar, sebanyak 49 persen saham Michael Bambang Hartono di PT DIA dibagikan secara merata kepada empat orang anaknya. Nilai kepemilikan yang dialihkan tersebut diperkirakan mencapai US$11,7 miliar atau sekitar Rp209,12 triliun berdasarkan valuasi per 11 Agustus 2026.

 

Angka fantastis itu menjadikan proses pembagian warisan keluarga Hartono sebagai salah satu transfer kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Nilainya bahkan melampaui warisan yang ditinggalkan pendiri United Overseas Bank (UOB) asal Singapura, Wee Cho Yaw, yang diperkirakan mencapai sekitar US$10 miliar atau setara Rp178,74 triliun.

 

Tak hanya menerima kepemilikan saham, para penerus keluarga Hartono juga telah lama terlibat dalam berbagai lini bisnis Grup Djarum. Mereka menempati sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan yang bergerak di sektor rokok, perbankan, pusat perbelanjaan, e-commerce, teknologi hingga perkebunan.

 

Di sisi lain, perubahan kepemilikan tersebut turut berdampak pada struktur pengendali PT Dwimuria Investama Andalan yang merupakan pemegang saham pengendali terakhir BCA.