Ia kemudian menceritakan bahwa dirinya telah tinggal di kota penuh asap selama hampir empat bulan.

“Sudah hampir empat bulan, Pak, saya tinggal di kota penuh asap, Pak,” katanya.

 

Selama kondisi tersebut berlangsung, Aira mengikuti kegiatan sekolah dari rumah melalui Zoom. Dalam video itu, ia terlihat belajar menggunakan tablet di dalam rumah.

 

Meski masih bisa mengikuti pelajaran, Aira merindukan suasana sekolah yang sesungguhnya. Ia ingin bertemu langsung dengan teman-teman dan gurunya, bukan hanya melihat mereka melalui layar.

 

“Saya ingin sekolah lagi. Saya ingin bertemu teman-teman dan guru. Saya ingin bermain di luar, Pak,” tuturnya.

 

Keinginan itu seharusnya menjadi bagian biasa dari masa kecil seorang anak. Namun, kabut asap membuat Aira harus menunggu untuk kembali menikmati aktivitas tersebut.