Informasi itu menjadi bagian dari gambaran kondisi Dani sebelum mendapatkan perawatan medis. Namun, tanpa pemeriksaan dan penjelasan dari tenaga medis, gejala yang disaksikan teman-temannya tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kondisi kritis maupun kematiannya.

 

Setelah Dani muntah, teman-temannya yang berada di bagian laundry membawa pemuda itu ke Klinik Pratama Annuqayah.

 

Menurut penuturan S, klinik tersebut tidak dapat menangani kondisi Dani sehingga ia dirujuk ke RS BHC Sumenep.

 

“Oleh teman-teman yang ada di laundry dibawa ke Klinik Pratama Annuqayah. Oleh pihak klinik tidak mampu dan langsung dirujuk ke rumah BHC Sumenep,” kata S.

 

Sejak saat itu, penanganan Dani berlanjut di rumah sakit. Akan tetapi, S mengaku tidak mengetahui secara terperinci tindakan medis yang diberikan selama almarhum menjalani perawatan.