News

Super Air Jet Delay 5 Jam, Penumpang Protes

Penundaan penerbangan Super Air Jet rute Lombok–Surabaya memicu protes penumpang, kompensasi diberikan setelah jadwal molor lebih dari empat jam.

ESTORIA – Keterlambatan panjang dialami penerbangan maskapai Super Air Jet rute Lombok–Surabaya hingga memicu keluhan penumpang di Bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Penundaan yang berlangsung hampir lima jam itu bahkan ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah penumpang menuntut kepastian jadwal keberangkatan.

Penerbangan bernomor IU 721 yang seharusnya berangkat pukul 16.55 WITA pada Jumat (13/2) dari Lombok menuju Surabaya baru bisa lepas landas pada malam hari.

Lamanya waktu tunggu membuat suasana di ruang keberangkatan sempat memanas karena penumpang tidak memperoleh kepastian jadwal terbang.

Sebagai bentuk tanggung jawab, maskapai akhirnya memberikan kompensasi kepada seluruh penumpang yang terdampak.

“Alhamdulillah sudah ada kompensasi, jadi sedikit lega. Tapi tetap saja kecewa karena acara penting saya terlewat,” ujar salah satu penumpang, Hakim, usai menerima uang tunai Rp300 ribu, Jumat (13/2) kemarin.

Kompensasi tersebut diberikan sesuai aturan yang mewajibkan maskapai mengganti kerugian penumpang apabila keterlambatan melebihi 240 menit akibat faktor operasional maskapai.

Selain itu, pihak maskapai juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

Dalam pernyataan resminya, manajemen menegaskan seluruh penumpang telah menerima kompensasi sesuai ketentuan dan menekankan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional penerbangan.

Setelah proses penanganan rampung, penerbangan IU 721 akhirnya diberangkatkan pada malam hari dan situasi di ruang tunggu kembali kondusif setelah kepastian jadwal diumumkan.

Sementara itu, keterlambatan juga terjadi pada penerbangan Super Air Jet rute Jakarta–Bali sehari sebelumnya, Kamis (12/2). Maskapai menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan keberangkatan IU-742 menuju Bali.

“Keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal,” tulis keterangan resmi maskapai yang diterima ESTORIA, Sabtu (14/2) siang.

“Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam pelaksanaannya, pengerjaan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga berdampak pada rotasi pesawat berikutnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Maskapai menegaskan telah memberikan kompensasi sesuai aturan serta terus memperbarui informasi selama penanganan berlangsung.

Meski demikian, insiden ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas antara maskapai dan penumpang saat terjadi gangguan operasional.

Sejumlah penumpang tetap mengaku kecewa karena agenda penting mereka terganggu akibat keterlambatan yang cukup lama. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button