News
Trending

Nasi Basi dan Buah Busuk Menu MBG Yayasan Alif Batuputih

Wali Murid Keluhkan Pelayanan Yayasan Alif Batuputih: “Berkali-kali Nasi Basi dan Buahnya Busuk”

ESTORIA Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alif Batuputih, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, mendapat keluhan dari sejumlah wali murid.

Seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa terhadap kualitas makanan yang diterima anaknya dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut, menu yang dibagikan diduga tidak dalam kondisi layak konsumsi.

“Sudah berkali-kali nasinya basi dan buahnya busuk,” ungkapnya kepada media ini, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, menu yang diterima siswa umumnya berupa nasi putih, telur goreng, tahu goreng, irisan mentimun dan tomat, sambal, serta satu buah salak. Namun dalam beberapa kesempatan, ia menilai kualitas bahan makanan tersebut patut dipertanyakan.

Ia juga menyinggung pembagian menu kering berupa roti selama tiga hari berturut-turut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, roti tersebut tanpa pengawet dan dianjurkan untuk segera dikonsumsi.

“Rotinya hampir kedaluwarsa. Paling lama tanggal 19 Februari 2026,” tuturnya.

Wali Murid Keluhkan Pelayanan Yayasan Alif Batuputih: “Berkali-kali Nasi Basi dan Buahnya Busuk”
Kolase dokumentasi pembagian makanan program MBG Yayasan Alif Batuputih, Nasi Basi dan Buahnya Busuk (doc.estoria)

Keluhan senada disampaikan Wawan (31), wali siswa asal Desa Batuputih Kenek. Ia menilai program MBG secara konsep merupakan kebijakan yang baik, namun pelaksanaannya perlu evaluasi serius agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Programnya sebenarnya mulia. Tapi kalau kualitas makanannya seperti ini, tentu harus ada perbaikan. Namanya makan bergizi gratis, ya harus benar-benar bergizi dan layak,” katanya.

Wawan mempertanyakan mekanisme pengawasan serta keterlibatan tenaga ahli gizi dalam penyusunan dan distribusi menu. Ia berharap ada pembenahan menyeluruh agar program prioritas pemerintah tersebut berjalan sesuai standar.

“Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.

Program MBG merupakan kebijakan nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola Yayasan Alif Batuputih telah dilakukan sejak sepekan terakhir. Hingga Sabtu (14/2/2026), belum ada tanggapan meski telah dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.

Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.


***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button