ESTORIA – H. Khairul Umam, yang dikenal luas dengan nama Haji Her, lahir di Pamekasan, Madura, pada 25 November 1981. Ia tumbuh besar di tanah Madura, dalam lingkungan masyarakat yang kelak menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan perjuangannya.
Namanya dikenal sebagai pengusaha sukses. Namun lebih dari itu, ia juga disebut sebagai tokoh dengan kepedulian sosial yang tinggi.
Perjalanannya dimulai bukan dari ruang rapat besar atau perusahaan mapan. Saat masih menjadi mahasiswa di Unmuh Malang, Haji Her telah merintis usaha dengan berjualan Tupperware dan berbagai alat dapur.
Dengan sepeda motor, ia membawa barang dagangannya yang dibungkus karung, berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Ia memulai dari bawah, tanpa memedulikan pandangan orang.
Tahun 2010 menjadi titik penting berikutnya. Bersama dua sahabat karibnya, H. Ya’kub dan M. Ali Ghufron, ia mulai fokus menggeluti bisnis tembakau.
Tahun demi tahun dilalui dengan keseriusan. Perkembangannya pesat. Dalam waktu kurang dari lima tahun, ia dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses tembakau Madura.
Dari perjalanan itulah kemudian terbentuk Bawang Mas Group, sebuah grup korporasi yang bergerak di bidang tembakau dan hasil tembakau.
Bawang Mas Group dan Peran di Sektor Tembakau
Sebagai CEO Bawang Mas Group, Haji Her dikenal luas di kalangan masyarakat Madura. Madura selama ini dikenal sebagai daerah penghasil tembakau terbaik. Namun pada kenyataannya, petani kerap menghadapi ketidakpastian harga saat panen. Bahkan muncul ungkapan, dari lima kali panen hanya satu kali yang benar-benar menguntungkan.
Kondisi itu mendorong Haji Her BM untuk mengambil peran sebagai konsolidator di kalangan pengusaha tembakau. Ia berupaya menjaga harga tembakau saat panen agar ada kepastian bagi petani.
Tujuannya, agar petani tidak seperti berjudi saat musim panen dan tidak sepenuhnya berada dalam kendali bandar.
Dari peran tersebut, ia dikenal sebagai Pahlawan Daun Emas, sosok yang disebut mengembalikan harga tembakau Madura saat sempat tidak lagi menjadi “daun emas”.
Atas restu dan dukungan para ulama yang tergabung dalam BASSRA (Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura), pada Agustus 2022 Haji Her BM menginisiasi pembentukan P4TM (Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura). Kalangan pengusaha dan petani kemudian meminta dirinya menjadi Ketua Umum.
Alasan pembentukan organisasi tersebut disebut hanya satu: melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau Madura.
Sebagai Ketua Umum P4TM, ia melakukan koordinasi dan konsolidasi di kalangan pengusaha serta petani tembakau. Ia juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah, mulai dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, hingga melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI Komisi VI.
Bagi Haji Her BM, memimpin Bawang Mas Group adalah keniscayaan sebagai pengusaha. Sedangkan memimpin P4TM adalah kewajiban dalam memperjuangkan petani tembakau Madura.
Bawang Mas Group adalah keniscayaan, P4TM adalah kewajiban.
Hilirisasi Industri Tembakau Madura
Bawang Mas Group tidak hanya bergerak di sektor tembakau mentah, tetapi juga pada hasil tembakau melalui produksi dan penjualan rokok. Madura sebagai daerah penghasil tembakau menjadi modal utama untuk menghidupkan industri hasil tembakau.
Kehadiran industri ini disebut sebagai bagian dari hilirisasi tembakau di Madura. Masyarakat yang sebelumnya hanya bertani atau berdagang tembakau, kini juga terlibat dalam proses produksi dan pemasaran rokok.
Hilirisasi tersebut disebut berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, industri rokok di Madura juga menjadi penyumbang pendapatan negara dari sektor cukai tembakau. Dalam tiga tahun terakhir, kontribusinya disebut mencapai kurang lebih Rp6 triliun.
Bawang Mas Center (BMC)
Sebagai perusahaan tembakau dan hasil tembakau, Bawang Mas Group tidak hanya berorientasi pada bisnis. Dibentuklah yayasan Bawang Mas Center (BMC) sebagai wujud kepedulian sosial.
BMC menjalankan kegiatan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, pertanian dan peternakan, hingga hukum dan kesehatan.
Di bidang pendidikan, BMC memberikan Beasiswa Tahfidz, Beasiswa Prestasi, Beasiswa Tidak Mampu, dan Beasiswa Santri bagi masyarakat Madura. Di bidang keagamaan, bantuan diberikan untuk sarana dan prasarana pesantren.
Pada sektor sosial, BMC menjalankan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hingga kini disebut lebih dari 1.000 unit rumah telah dibangun, dengan nilai sekitar Rp50 juta per unit.
BMC juga memberikan bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu serta dukungan di bidang kesehatan.
Melalui Bawang Mas Center, Bawang Mas Group berupaya hadir bagi masyarakat Madura, tidak hanya dalam sektor usaha, tetapi juga dalam bidang sosial kemasyarakatan.
***
Penulis: Satnawi



