Ada MBG Lele Mentah?
BGN menghentikan sementara operasional SPPG di Pademawu, Pamekasan, setelah temuan menu lele mentah dalam program MBG memicu evaluasi, pembinaan, serta perbaikan sistem distribusi makanan bagi ribuan penerima manfaat.
ESTORIA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan kembali dijalankan setelah proses evaluasi dan pembenahan selesai dilakukan.
Langkah tersebut diambil menyusul temuan menu makan bergizi gratis (MBG) yang menyajikan lele dalam kondisi mentah.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro menjelaskan, bahwa pembukaan kembali layanan dapur MBG akan dilakukan setelah seluruh tahapan evaluasi, pembinaan, serta perbaikan sistem operasional dinyatakan rampung oleh pihak terkait.
“Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang,” ujar Dony dalam keterangan pers BGN, Kamis (12/3).
Untuk sementara waktu, BGN memutuskan menghentikan kegiatan dapur SPPG yang berada di wilayah Pademawu, tepatnya di Buddagan, Kabupaten Pamekasan.
Keputusan ini diambil setelah adanya temuan menu MBG berupa lele mentah yang sempat menimbulkan polemik.
“Operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan,” kata Dony.
Menurut pertimbangan pimpinan BGN, persoalan tersebut berdampak pada kelancaran distribusi program MBG di sejumlah sekolah.
Bahkan, kondisi itu memicu penolakan dari pihak sekolah terhadap makanan yang disediakan.
Selama masa penghentian operasional, pengelola SPPG diminta melakukan pembinaan internal sekaligus memperbaiki sistem kerja di dapur layanan tersebut.
Dony berharap masa evaluasi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan standar kualitas dan keamanan pangan yang akan diberikan kepada para penerima manfaat, khususnya siswa.
Kasus lele mentah dalam menu MBG di Pamekasan diketahui terjadi di salah satu sekolah pada Senin (9/3/2026).
Temuan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan mendorong BGN mengambil langkah penanganan.
Menanggapi hal itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele yang dimarinasi dalam menu tersebut sebenarnya didasarkan pada pertimbangan nilai gizi serta aspek ketahanan pangan.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.
Diketahui, SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani sebanyak 3.329 penerima manfaat. Mereka terdiri dari pelajar SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, siswa sekolah luar biasa (SLB), tenaga pendidik, serta kelompok masyarakat rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah setempat. (*)



