estoria.id – Keributan dalam pertandingan Kecamatan Ambunten melawan Kecamatan Masalembu berbuntut panjang. Piala AFSPORT U-17 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akhirnya dihentikan sebelum seluruh agenda pertandingan rampung.
Insiden tersebut tak sekadar menjadi persoalan di dalam lapangan. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kericuhan antarpemain, dengan sejumlah pemain tampak terlibat adu jotos dan saling melancarkan tendangan. Rekaman itu memperlihatkan situasi pertandingan yang berubah menjadi aksi saling serang.
Keributan tersebut menjadi sorotan sekaligus berujung pada keputusan penghentian kompetisi. Turnamen yang semestinya menjadi ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan justru berakhir di tengah jalan akibat insiden yang melibatkan dua kesebelasan.
Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Sumenep sebelumnya telah mendiskualifikasi Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Masalembu. Namun, sanksi terhadap kedua tim ternyata tidak menjadi akhir dari persoalan.
Panitia pelaksana (Panpel) kemudian mengambil langkah lebih jauh dengan menghentikan seluruh rangkaian Piala AFSPORT U-17 2026. Keputusan tersebut membuat tim-tim lain yang tidak terlibat dalam keributan turut kehilangan kesempatan menuntaskan pertandingan yang telah diagendakan.