ESTORIA Menelusuri jejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional berarti menyusuri rangkaian kebijakan besar yang bergerak cepat namun belum sepenuhnya transparan. Dari pembentukan kelembagaan hingga ekspansi jutaan penerima, program ini memperlihatkan ambisi negara dalam menangani persoalan gizi. Tapi di saat yang sama, menyisakan celah pada aspek keterbukaan data. Sekadar diketahui, MBG yang menjadi program unggulan Presiden Prbowo Subianto dan Wapres Gibran, bermula dari pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Perpres No. 83 Tahun 2024 pada 25 September 2024. Setelah itu, pemerintah langsung menggelar uji coba di puluhan hingga sekitar 100 titik pada akhir 2024, terutama di Pulau Jawa. Program ini kemudian resmi diluncurkan secara nasional pada 6 Januari 2025. Pada fase awal, MBG menjangkau 26 hingga 31 provinsi dengan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam hitungan bulan, cakupan program meningkat pesat. Target 3 juta penerima pada April 2025 dilampaui menjadi sekitar 5,23 juta penerima per Juni 2025, mencakup siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Memasuki akhir 2025, pemerintah memperkuat fondasi program dengan menerbitkan berbagai petunjuk teknis, termasuk pedoman untuk wilayah terpencil. Infrastruktur juga melonjak signifikan, dengan 19.188 SPPG dibangun hingga akhir tahun, yang diklaim mampu melayani sekitar 55 juta penerima. Pemerintah kemudian menetapkan pelaksanaan MBG 2026 dimulai serentak pada 8 Januari 2026, didahului masa persiapan pada 2–7 Januari. Bahkan, penyaluran khusus telah dilakukan pada akhir Desember 2025 untuk kelompok prioritas seperti ibu hamil, menyusui, dan balita. Namun di balik laju ekspansi tersebut, satu elemen penting justru tertinggal, yakni terkait transparansi data di laman resmi BGN. Portal geospasial MBG di laman BGN, yang dijanjikan sebagai pusat informasi publik, hingga memasuki awal April 2026 masih berstatus “Coming Soon”.
Tidak ada peta, tidak ada angka, tidak ada indikator capaian yang bisa diakses masyarakat.
Kondisi ini memantik kegelisahan publik. Seorang wali murid tingkat SLTP di Bangkalan, Jawa Timur, Roni Setiawan, mengaku kecewa.
“Katanya mau ada data dibuka malah ‘coming soon’, kami jadi tidak tahu harus percaya pada apa,” ujarnya kepada jurnalis Estoria, Kamis (2/4/2026).
Tanpa data terbuka, publik sulit menilai apakah distribusi MBG telah merata, tepat sasaran, atau justru menyisakan ketimpangan. Padahal, di atas kertas, program ini telah berkembang pesat dengan infrastruktur yang masif. Situasi ini memperlihatkan kesenjangan antara pembangunan fisik dan sistem informasi. MBG mungkin telah berjalan, tetapi tanpa transparansi yang memadai, jejaknya menjadi samar antara klaim capaian dan realitas yang belum sepenuhnya terverifikasi.

Jejak Perjalanan Program MBG Nasional

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan setelah serangkaian perencanaan dan uji coba sejak tahun 2024. Kebijakan ini diwadahi oleh pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Perpres No. 83/2024, tertanggal 25 Sep 2024. Pada akhir 2024, BGN mengadakan pilot project di sekitar 80–100 lokasi dengan fokus pelaksanaan di Pulau Jawa, termasuk proyek percontohan di Sukabumi dan Bogor. Program resmi dijalankan pada 6 Jan 2025 dengan awal perencanaan 2 Jan 2025. Pada Januari 2025 pertama, MBG telah menjangkau 31 provinsi dan 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sepanjang 2025, infrastruktur SPPG dipercepat; target 3 juta penerima pada April 2025, dan per 22 Juni mencapai ~5,23 juta penerima. Menjelang 2026, berbagai pedoman teknis diterbitkan (Juknis MBG 2026 pada 16 Sep 2025, salah satunya pedoman khusus wilayah terpencil yan dirilis tanggal 11 November 2025. Sebagaimana dilansir sejumlah media, BGN menegaskan bahwa MBG 2026 dimulai serempak pada 8 Jan 2026, dengan periode persiapan sebelumnya (2–7 Jan 2026) dan penyaluran khusus akhir 2025 untuk kelompok prioritas (ibu hamil/menyusui/balita). Hingga pada akhir 2025, BGN berhasil membangun 19.188 SPPG, mampu melayani sekitar 55 juta penerima. Namun, inisiatif peluncuran portal geospasial data MBG masih belum dapat diakses dalam situs resmi BGN. Berdasarkan hasil penelisuran Estoria, per 2 April 2026, rubrik geospasial hanya menampilkan status “Coming Soon”.

Tabel Kronologis Pelaksanaan MBG