estoria.id – Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin memanas sepanjang enam bulan pertama 2026. Sejumlah merek baru berhasil mencuri perhatian konsumen, bahkan mampu menggeser dominasi pemain lama di segmen kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

 

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jaecoo tampil sebagai pemimpin pasar melalui model J5 EV. SUV listrik berkapasitas lima penumpang itu mencatatkan distribusi sebanyak 16.990 unit ke jaringan dealer selama periode Januari–Juni 2026.

 

Perolehan tersebut menempatkan Jaecoo J5 EV di posisi teratas mobil listrik terlaris nasional, unggul cukup jauh dari BYD Atto 1 yang berada di peringkat kedua dengan distribusi 10.116 unit.

 

Di posisi ketiga terdapat Geely EX2 dengan penjualan 6.582 unit. Sementara BYD M6 mengisi peringkat keempat setelah membukukan distribusi 5.844 unit, disusul BYD Sealion 07 di posisi kelima dengan 4.156 unit.

 

Persaingan juga berlangsung ketat di papan tengah. Wuling Darion EV menempati posisi keenam dengan distribusi 3.071 unit, diikuti Denza D9 yang mencatatkan 2.823 unit.

 

Sementara itu, tiga posisi terakhir dalam daftar 10 besar ditempati Geely EX5 dengan 1.587 unit, GAC Aion V sebanyak 1.578 unit, serta Wuling Eksion EV yang mengirimkan 1.520 unit ke dealer.

 

Berikut daftar 10 mobil listrik terlaris di Indonesia selama Semester I 2026 berdasarkan data Gaikindo:

 

1. Jaecoo J5 EV – 16.990 unit

2. BYD Atto 1 – 10.116 unit

3. Geely EX2 – 6.582 unit

4. BYD M6 – 5.844 unit

5. BYD Sealion 07 – 4.156 unit

6. Wuling Darion EV – 3.071 unit

7. Denza D9 – 2.823 unit

8. Geely EX5 – 1.587 unit

9. GAC Aion V – 1.578 unit

10. Wuling Eksion EV – 1.520 unit

 

Secara keseluruhan, pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Gaikindo mencatat distribusi kendaraan listrik berbasis baterai selama Januari–Juni 2026 mencapai 69.739 unit, melonjak 80,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 38.576 unit.

 

Menariknya, lonjakan penjualan tersebut terjadi meski insentif pemerintah yang sebelumnya dijanjikan belum terealisasi. Kondisi ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat seiring bertambahnya pilihan model dan semakin ketatnya persaingan antarprodusen.