estoria.id — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti perubahan pola konflik yang terjadi di Papua. Menurutnya, kekerasan di wilayah tersebut kini tidak lagi semata-mata berupa kontak senjata antara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan aparat TNI-Polri.

 

Pigai justru mengaku terkejut dengan munculnya pola baru ketika warga sipil turut menjadi korban penembakan. Ia menilai perkembangan tersebut menunjukkan adanya pergeseran karakter perlawanan di Papua.

 

Hal itu disampaikan Pigai saat berbicara mengenai situasi Papua di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

 

"Lalu, yang mengagetkan saya, sebagai orang yang menulis secara detail tentang sejarah Papua, pola gerakan akhir-akhir ini sudah geser tidak sebatas revolusioner bersenjata, yaitu OPM melawan TNI-Polri, dulu warga sipil biasa aja, tidak pernah ditembak," ujar Pigai.

 

Menurut Pigai, perubahan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena konflik mulai dikaitkan dengan identitas ras, etnik, suku, hingga agama.