Seiring bertambahnya usia, cara Syifa memandang seni pun ikut berubah. Ketika memasuki kelas V hingga kelas VI, ia mulai menemukan dunia kanvas yang memberikan ruang ekspresi lebih luas.

 

Jika dalam perlombaan sebuah karya harus berhadapan dengan penilaian juri, melalui kanvas karya dapat berdiri sendiri. Ia bisa dipamerkan, dinikmati banyak orang, bahkan berpindah tangan dan menjadi bagian dari koleksi seseorang.

 

Perjalanan itulah yang kemudian mempertemukan karya Syifa dengan BPRS Bhakti Sumekar.

 

Sebelum lukisan bertema Tabungan SIMPEL tersebut, sejumlah karya Syifa juga telah menarik perhatian kolektor. Dua di antaranya, “Dua Bunga” dan “Ar-Rahim”, dipinang langsung oleh H. Hairil Fajar.

 

Sementara satu lukisan lain yang menampilkan buah-buahan segar dikoleksi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Mohamad Iksan.