estoria.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah bergerak cepat dalam menangani dampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

 

Namun, pernyataan tersebut di tengah situasi lapangan yang masih diwarnai keluhan warga. Sejumlah masyarakat terdampak mengaku belum memperoleh bantuan dasar meski beberapa hari telah berlalu sejak gempa terjadi.

 

Prabowo menyampaikan klaim tersebut saat menghadiri peluncuran dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

 

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi bencana yang melanda NTT.

 

“Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” ujar Prabowo.