Menurutnya, Tongtong bukan sekadar kesenian tradisional yang diwariskan turun-temurun. Lebih dari itu, musik khas Sumenep tersebut dapat menjadi media promosi daerah ketika ditampilkan dalam agenda besar yang dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang.

 

“Bangga sekali melihat Tongtong Sumenep bisa tampil di sini dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperkenalkan seni dan budaya Sumenep ke tingkat yang lebih luas,” kata Faruk, Rabu (7/10/2026).

 

Faruk menilai sambutan masyarakat terhadap pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa kesenian tradisional tetap memiliki daya tarik, termasuk bagi penonton yang tidak memiliki kedekatan langsung dengan budaya Madura.

 

Baginya, promosi daerah tidak harus selalu bertumpu pada destinasi wisata. Seni dan budaya juga bisa menjadi identitas yang memperkenalkan nama Sumenep kepada masyarakat nasional maupun internasional.

 

Penampilan di tengah rangkaian MotoGP itu sekaligus menjadi ruang bagi para seniman untuk menunjukkan bahwa kesenian lokal mampu hadir dan dinikmati di panggung dengan jangkauan penonton yang luas.