Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim. Ia menilai kehadiran Tongtong dalam agenda MotoGP menjadi kebanggaan tersendiri karena musik tradisional Sumenep dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai daerah.

 

“Kita tentu harus bangga dengan musik tradisional Sumenep. Tongtong mampu tampil dan menghibur seluruh warga yang hadir di Mandalika. Ini menjadi kebanggaan bagi Sumenep,” ujar Imam.

 

Salah satu kelompok yang tampil adalah Musik Tongtong Angin Ribut Sumenep. Mereka membawa tema Keris Madura sebagai representasi identitas daerah yang dikenal dengan julukan Kota Keris.

 

Penampilan tersebut memadukan permainan musik tradisional dengan unsur visual yang atraktif. Perpaduan itu membuat Tongtong hadir bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai pertunjukan yang mampu menarik perhatian penonton dalam acara berskala besar.

 

Bagi Sumenep, kesempatan tersebut menjadi lebih dari sekadar tampil di panggung hiburan. Ada identitas daerah yang ikut dibawa, ada tradisi yang diperkenalkan, serta peluang promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan.