ESTORIA – Rencana penjualan cadangan emas oleh
bank sentral Polandia muncul di tengah lonjakan
harga emas global, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik. Negara tersebut sebelumnya dikenal sebagai pembeli emas terbesar di antara bank sentral dunia dalam dua tahun terakhir.
Mengutip laporan
Kitco News pada 6 Maret 2026, Gubernur Bank Nasional Polandia
Adam Glapinski mengusulkan penggalangan dana hingga
US$13 miliar dari penjualan sebagian cadangan emas negara tersebut.
Proposal itu disebut disampaikan langsung dalam pertemuan dengan Presiden Polandia
Karol Nawrocki. Dana hasil penjualan emas tersebut direncanakan untuk memperkuat anggaran pertahanan Polandia yang saat ini sedang ditingkatkan secara signifikan.
Menurut laporan
Bloomberg yang mengutip sejumlah sumber,
bank sentral Polandia memiliki sekitar
550 ton cadangan emas. Sebagian dari cadangan itu berpotensi dijual dengan skema yang memungkinkan bank sentral membeli kembali emas tersebut di kemudian hari.
Glapinski juga menyebut tambahan anggaran pertahanan sekitar
US$3,25 miliar dapat berasal dari sumber pendapatan lain melalui bank sentral. Dengan skema tersebut, total tambahan pembiayaan pertahanan Polandia untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai
US$16 miliar.
Jika rencana ini terealisasi, total anggaran pertahanan negara itu bisa meningkat hingga sekitar
US$50 miliar, sebanding dengan program pinjaman pertahanan SAFE yang diusulkan Uni Eropa.
Ketika berbicara kepada wartawan pada Kamis, Glapinski mengonfirmasi bahwa pihaknya memang sedang memproses rencana terkait cadangan emas, namun belum memaparkan detail teknisnya.
Harga Emas Dunia Melonjak karena Konflik Global
Di sisi lain,
harga emas global kembali melonjak pada perdagangan Rabu (4/3/2026) setelah sempat turun tajam sehari sebelumnya.
Mengutip
Reuters, penguatan
harga emas dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong investor mencari aset aman (
safe haven). Selain itu, jeda penguatan dolar Amerika Serikat juga turut menopang kenaikan harga logam mulia tersebut.
Pada perdagangan terbaru:
| Jenis Kontrak |
Harga |
Perubahan |
| Emas Spot |
US$ 5.141,46 per ons troi |
Naik 1,04% |
| Emas Berjangka AS (April) |
US$ 5.153,51 per ons troi |
Naik 0,57% |
Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals
Peter Grant mengatakan pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menopang
harga emas.
“Dolar mengalami koreksi sehingga memberikan dukungan bagi
harga emas. Selama perang dengan Iran masih berlangsung, kondisi tersebut akan tetap menjadi katalis positif bagi
harga emas,” ujarnya.
Grant menambahkan volatilitas pasar masih berpotensi berlanjut, namun ia optimistis
harga emas masih berpeluang mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu mendatang.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 80 orang. Pada waktu yang hampir bersamaan, sistem pertahanan udara NATO juga menghancurkan rudal balistik Iran yang mengarah ke Turki.
Dalam kondisi geopolitik tidak menentu dan tekanan inflasi, emas sebagai aset tanpa imbal hasil (
non-yielding asset) biasanya menjadi pilihan utama investor untuk menjaga nilai aset.
Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas. Beberapa logam mulia lain juga mencatat penguatan signifikan pada perdagangan yang sama.
| Logam Mulia |
Harga |
Perubahan |
| Perak Spot |
US$ 83,49 per ons |
Naik 1,8% |
| Platinum |
US$ 2.166,56 per ons |
Naik 3,72% |
| Paladium |
US$ 1.681,43 per ons |
Naik 2,02% |
World Platinum Investment Council memproyeksikan pasar platinum global akan kembali mengalami
defisit pasokan pada 2026, yang jika terjadi akan menjadi tahun keempat berturut-turut kondisi defisit.
Di pasar domestik, harga
emas perhiasan menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada Rabu siang (4/3/2026). Beberapa produsen mencatat penurunan harga, sementara sebagian lainnya justru mengalami kenaikan.
| Kadar |
Harga per Gram |
Perubahan |
| 24 Karat |
Rp 2.505.000 |
Turun Rp 15.000 |
| 23 Karat |
Rp 2.225.000 |
Naik Rp 20.000 |
| 22 Karat |
Rp 2.127.000 |
Naik Rp 20.000 |
| 21 Karat |
Rp 2.031.000 |
Naik Rp 19.000 |
| 20 Karat |
Rp 1.933.000 |
Naik Rp 18.000 |
| 19 Karat |
Rp 1.835.000 |
Naik Rp 17.000 |
| 18 Karat |
Rp 1.740.000 |
Naik Rp 17.000 |
| 17 Karat |
Rp 1.641.000 |
Naik Rp 15.000 |
| 16 Karat |
Rp 1.543.000 |
Naik Rp 14.000 |
| 15 Karat |
Rp 1.434.000 |
Naik Rp 14.000 |
| 14 Karat |
Rp 1.350.000 |
Naik Rp 13.000 |
| 13 Karat |
Rp 1.252.000 |
Naik Rp 12.000 |
| 12 Karat |
Rp 1.156.000 |
Naik Rp 11.000 |
| Kadar |
Harga per Gram |
Perubahan |
| 24 Karat |
Rp 2.593.000 |
Turun Rp 50.000 |
| 23 Karat |
Rp 2.230.000 |
Turun Rp 43.000 |
| 22 Karat |
Rp 2.132.000 |
Turun Rp 42.000 |
| 21 Karat |
Rp 2.039.000 |
Turun Rp 39.000 |
| 20 Karat |
Rp 1.940.000 |
Turun Rp 38.000 |
| 19 Karat |
Rp 1.842.000 |
Turun Rp 36.000 |
| 18 Karat |
Rp 1.743.000 |
Turun Rp 34.000 |
| 17 Karat |
Rp 1.645.000 |
Turun Rp 32.000 |
| 16 Karat |
Rp 1.546.000 |
Turun Rp 30.000 |
| 15 Karat |
Rp 1.449.000 |
Turun Rp 29.000 |
| 14 Karat |
Rp 1.352.000 |
Turun Rp 26.000 |
| 13 Karat |
Rp 1.255.000 |
Turun Rp 25.000 |
| 12 Karat |
Rp 1.157.000 |
Turun Rp 23.000 |
Pergerakan harga
emas perhiasan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari permintaan industri global, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.
Dengan tren harga yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor disarankan untuk memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual emas. ***