estoria.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur bersama organisasi kemasyarakatan Madas menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/07/2026). Aksi tersebut diwarnai ketegangan saat massa berupaya menerobos pintu masuk kantor Kejati.

 

Demonstrasi yang berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 13.45 hingga 15.45 WIB, sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Aparat gabungan dari Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur, dan TNI diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi.

 

Situasi sempat memanas ketika sebagian massa mencoba mendobrak pintu gerbang Kejati Jatim. Aksi itu akhirnya berhasil diredam setelah Kasipenkum Kejati Jatim, Adnan, menemui perwakilan demonstran dan melakukan mediasi.

 

Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur, Muhammad Zainur, mengatakan aksi tersebut membawa tema besar "Tangkap dan Adili Febrie Adriansyah". Menurutnya, mahasiswa datang dengan membawa lima tuntutan utama ditambah satu tuntutan yang dinilai paling mendesak.

 

Tuntutan pertama adalah mendesak aparat penegak hukum segera menahan dan mengadili mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.