Pergantian pucuk pimpinan BGN terjadi setelah Nanik Sudaryati Deyang memutuskan mundur demi fokus menjalani perawatan kesehatan. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Nanik mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk memperoleh second opinion terkait kondisi penyakit jantung yang dideritanya.
Meski mengundurkan diri, Nanik menyatakan tetap siap membantu mengawal jalannya BGN apabila diminta. Ia bahkan mengungkapkan Presiden membuka peluang baginya untuk mengisi posisi Ketua Dewan Pengawas BGN apabila lembaga tersebut nantinya dibentuk.
Sebelum pengumuman resmi dari Istana, Nanik sempat memberi isyarat bahwa penggantinya merupakan sosok yang dianggap dekat dengannya. Namun, saat itu ia belum menyebut nama Sudaryono secara terbuka.
Sudaryono sendiri bukan nama baru di lingkaran pemerintahan dan politik. Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985 itu saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih, setelah sebelumnya juga mengemban posisi serupa pada penghujung pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Di luar pemerintahan, Sudaryono dikenal aktif memimpin berbagai organisasi, di antaranya sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), serta Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera).