estoria.id – Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Her, akhirnya memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang sempat menghebohkan publik terkait pengakuannya telah menggelontorkan dana sebesar Rp38 miliar untuk mendukung kemenangan Khofifah Indar Parawansa pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024.
Dalam penjelasannya, Haji Her menegaskan bahwa dukungan yang diberikannya kepada Khofifah tidak pernah disertai kepentingan pribadi ataupun permintaan imbalan dalam bentuk jabatan maupun proyek tertentu. Ia mengaku selama ini tidak pernah meminta keuntungan pribadi kepada Khofifah maupun pejabat negara lainnya.
"Secara pribadi saya belum pernah minta tolong yang aneh-aneh. Aneh-aneh itu misalnya minta tolong pekerjaan terkait saya pribadi. Contohnya jabatan bupati," ujar Haji Her, Minggu (26/06/2026).
Ia mengungkapkan, hubungan yang dijalinnya dengan para kepala daerah, khususnya di Madura, lebih banyak dilandasi kepedulian terhadap pembangunan daerah. Bahkan, menurutnya, ia kerap membantu berbagai calon kepala daerah, baik yang akhirnya menang maupun yang kalah dalam kontestasi politik.
Haji Her mengatakan, setiap kali bertemu pejabat pemerintah, hal yang selalu ia sampaikan bukanlah kepentingan pribadi, melainkan persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama nasib para petani tembakau.
"Silakan tanyakan. Apa pernah Haji Her minta tolong secara pribadi. Belum pernah. Justru yang saya katakan bagaimana nasib para petani. Termasuk ke menteri-menteri, termasuk juga ke Gubernur Khofifah," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Haji Her juga mengaku prihatin karena polemik yang muncul justru menyeret nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke ruang perdebatan publik. Menurutnya, perhatian masyarakat kini lebih banyak tertuju kepada Khofifah akibat pernyataannya yang viral.
"Saya senyatanya kasihan sama Ibu Khofifah. Akibat peristiwa kemarin itu yang digoreng itu Ibu Khofifah," katanya.
Ia menjelaskan, ucapan mengenai dana Rp38 miliar tersebut tidak disampaikan dalam forum yang telah direncanakan, melainkan terlontar secara spontan saat memberikan sambutan. Karena itu, ia meminta publik tidak mengaitkannya dengan skenario atau kepentingan tertentu.
"Anggap saya keceplosan. Tidak ada skema bicara itu saya. Hanya keceplosan. Ya kalau sudah keceplosan, mau gimana lagi? Berarti itu kehendak Tuhan," ucapnya.
Haji Her juga membantah anggapan bahwa dirinya merupakan bagian dari tim sukses Khofifah pada Pilgub Jawa Timur 2024. Ia menegaskan posisinya hanya sebagai relawan yang memberikan dukungan karena mengagumi rekam jejak Khofifah, terutama kedekatannya dengan kalangan pesantren dan sikapnya saat membela Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Karena itu, ia meminta publik tidak menggiring persoalan tersebut ke berbagai spekulasi yang belum tentu benar. Ia bahkan menyatakan siap apabila aparat penegak hukum ingin meminta klarifikasi atas pernyataannya.
"Tak perlu menggiring ke mana-mana. Saya tidak takut mau disepertiapakan. Meski mau diperiksa, silakan," tegasnya.
Sebelumnya, nama Haji Her menjadi sorotan setelah dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Pamekasan, Selasa (21/07/2026), ia mengaku telah menghabiskan dana hingga Rp38 miliar untuk mendukung Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jawa Timur 2024.
"Saya dulu habis-habisan dukung Gubernur ini, karena dari dulu saya kagum. Saya kan penggemarnya Gus Dur. Bu Khofifah ini membela Gus Dur waktu itu, pinter sekali orang ini. Bu Khofifah itu tidak punya uang, mencari sponsor ke saya. Saya habis Rp38 miliar lho ke Bu Khofifah ini," ujar Haji Her saat itu.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian luas dan mendorong sejumlah kalangan mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran pengakuan tersebut. Desakan itu muncul agar dapat dipastikan apakah dukungan dana yang diungkapkan Haji Her telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur pendanaan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.