estoria.id — Suasana belajar di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis (3/9/2026) pagi.
Ratusan siswa berbondong-bondong mengeluhkan sakit perut dan diare. Dalam waktu singkat, laporan siswa yang mengalami gangguan pencernaan terus berdatangan hingga membuat fasilitas toilet sekolah tak mampu menampung antrean.
Sebanyak 752 siswa dan 25 guru dilaporkan mengalami gejala serupa. Pihak sekolah kemudian mengambil langkah darurat dengan memulangkan seluruh siswa lebih awal.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan keluhan mulai muncul ketika para siswa memasuki ruang kelas pada pagi hari.
“Anak-anak masuk, ada yang bilang, ‘Pak, saya diare’. Begitu guru mendata di masing-masing kelas, dalam beberapa menit langsung masuk laporan ada 777 orang, total guru dan siswa, yang diare,” ujar Juhartutik.