Pesan tersebut dinilai penting agar seluruh kekuatan NU dapat bergerak bersama dalam menjalankan roda organisasi.
"Ada catatan yang merupakan pesan dari para Ahlul Halli wal Aqdi semuanya, bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama dalam bentuk apa pun, untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama," kata KH Anwar.
Penetapan KH Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU.
Namun, agenda belum berakhir. Setelah posisi Rais Aam ditetapkan, persidangan Muktamar ke-35 NU berlanjut pada agenda persetujuan terhadap Rais Aam terpilih dan AHWA, sebelum memasuki tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.