Menurut Prabowo, serangan bisa menyasar ruang siber, informasi publik hingga stabilitas ekonomi. Disinformasi dan berita bohong juga dapat digunakan untuk menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.
"Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh," tegasnya.
Karena itu, Prabowo meminta TNI tidak berhenti meningkatkan kemampuan. Modernisasi alat utama sistem persenjataan, penguasaan teknologi, peningkatan kapasitas personel serta latihan secara berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan pertahanan.
Ia menekankan, masa damai justru harus dimanfaatkan sebagai waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
"Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar dan berlatih, berlatih, berlatih. Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun," ujar Prabowo.