Di sisi lain, pihak rumah sakit datang membawa sejumlah kebutuhan pokok sebagai bentuk takziah kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Mereka ke sini membawa beras, minyak goreng dan mi instan sebagaimana orang takziah atau melayat,” jelas Y.
Hingga kunjungan tersebut berlangsung, keluarga masih menanti hasil investigasi dan penjelasan medis yang transparan mengenai penyebab kematian Dani. Dugaan malapraktik dalam kasus ini belum terbukti, sementara pihak rumah sakit, berdasarkan keterangan keluarga, masih berjanji menyampaikan penjelasan setelah investigasi selesai.
Sebelumnya Dani meninggal dunia di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada Selasa (13/10/2026). Sehari sebelumnya, menurut keluarga, dokter menyebut kondisi Dani membaik dan ia diperkirakan bisa pulang.
Namun, kematian Dani ustru menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai penanganan medis sebelum ia mengembuskan napas terakhir. Keluarga mempersoalkan kejadian pada pagi hari, terutama setelah seorang perawat disebut memberikan suntikan obat. Infus pasien juga disebut mengalami kemacetan, kemudian dimatikan ketika Dani muntah-muntah.