estoria.id – Padamnya api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan berarti penderitaan satwa liar ikut berakhir. Di balik hutan yang hangus, masih ada ancaman serius yang membayangi kelangsungan hidup satwa, termasuk orangutan Kalimantan yang kehilangan habitat dan sumber makanannya.
Kisah itu dialami Mama Abu dan anaknya, Abu. Keduanya ditemukan di tengah kawasan hutan bernilai konservasi tinggi yang terdampak kebakaran, di dalam lanskap perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kebakaran yang melanda kawasan tersebut telah menghilangkan pepohonan dan merusak habitat alami. Kondisi ini membuat satwa liar semakin kesulitan menemukan makanan maupun jalur aman untuk berpindah di dalam hutan.
Bagi Mama Abu, situasi tersebut menjadi tantangan berat. Ia tidak hanya harus bertahan hidup di tengah lingkungan yang rusak, tetapi juga melindungi anaknya yang masih sangat bergantung pada induknya.
Abu membutuhkan Mama Abu untuk mendapatkan makanan, perlindungan, serta mempelajari keterampilan dasar agar kelak mampu bertahan hidup di alam liar. Ketergantungan itu membuat keselamatan sang induk menjadi sangat penting bagi kelangsungan hidup anaknya.