Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”
SBY Warning Soal Dampak Perang Timur Tengah saat Halalbihalal di Cikeas. Simak pesan mengejutkan yang disampaikan SBY di hadapan Anies, AHY, Yenny Wahid, hingga Raffi Ahmad.
ESTORIA – Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung eskalasi konflik di Timur Tengah saat acara halal bihalal keluarga SBY-AHY di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2026). Dalam kesempatan itu, SBY memberikan pesan khusus kepada para tamu undangan yang hadir.
SBY bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tampak menyambut para tokoh nasional yang hadir, mulai dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, juga putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid.

Hadir pula Wasekjen Demokrat Renanda Bachtiar dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kehadiran Anies disebut Renanda sebagai “tidak diundang”, namun tetap disambut hangat.
Momen tersebut pertama kali terlihat dalam unggahan staf khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY, Merry Riana, melalui akun Instagram miliknya.
“Lebaran pertama di Cikeas. Mohon maaf lahir dan batin,” tulis Merry, Selasa (24/3), dikutip Estoria, Kamis (26/3).
Dalam sejumlah foto dan video yang dibagikan, terlihat Anies Baswedan berbincang santai bersama SBY dan AHY, dengan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut berada di dekat mereka.
Rekaman lain menunjukkan AHY tampil bernyanyi di panggung, diikuti Yenny Wahid yang ikut menyumbangkan lagu.
Hadir pula Ketua FKUB Kota Probolinggo periode 2025–2030, Dr. H. Ahmad Hudri.
Di hadapan para tamu, SBY menyampaikan kekhawatirannya atas konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
“Pesan saya, jangan sampai perang besar di Middle East menjadi perang dunia. Amit-amit. Kita harus bersuara,” kata SBY.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kekuasaan besar agar tidak digunakan secara sewenang-wenang.
“Saya baru pulang dari Tokyo, lima hari bertemu banyak pemimpin dunia dan kita bersepakat, kekuatan, great power, power of beberapa leaders, tidak boleh go unchecked,” ujarnya.
SBY menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kekuasaan di tengah dinamika politik global yang kian sensitif. Ia mengingatkan bahwa setiap bentuk otoritas, sekecil apa pun, membutuhkan pengawasan agar tidak disalahgunakan.
“My statement, power must not go unchecked. Sehingga kekuasaan dibiarkan dan digunakan semena-mena. Power must be checked by other powers,” tegasnya.
Ia kemudian menutup pesan filosofis dengan menegaskan bahwa semangat menjaga keadilan sosial dan berpihak pada mereka yang lemah harus tetap menjadi pegangan bersama dalam menghadapi situasi dunia yang tak menentu.
“Itulah spiritnya. Kita bela kaum proletar, hati cinta keadilan,” tutup mantan Presiden RI ke-6 itu.
***



