WFH Sehari Mulai Digulirkan

Senin, 23 Maret 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Kebijakan WFH bagi ASN dan sektor swasta yang direncanakan mulai berlaku pasca Lebaran 2026 sebagai upaya efisiensi dan penghematan BBM. (istimewa/redaksi/estoria)

i

ILUSTRASI. Kebijakan WFH bagi ASN dan sektor swasta yang direncanakan mulai berlaku pasca Lebaran 2026 sebagai upaya efisiensi dan penghematan BBM. (istimewa/redaksi/estoria)

ESTORIA – Pemerintah sedang merumuskan secara matang kebijakan baru terkait penerapan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam seminggu untuk sejumlah sektor usaha.

Skema ini tidak akan berlaku untuk semua bidang, karena ada kategori tertentu yang dinilai tidak memungkinkan menerapkan pola kerja jarak jauh, terutama sektor yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut nantinya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) serta dianjurkan untuk perusahaan swasta, khususnya yang tidak bergerak di sektor layanan publik.

“Rencana implementasi WFH ini dijadwalkan setelah periode libur Lebaran 2026,” tuturnya, Senin (23/3).

Saat ini, rincian teknisnya masih dalam tahap pembahasan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan mekanisme pelaksanaannya berjalan optimal.

Airlangga menegaskan, bahwa aturan tersebut akan diperinci lebih lanjut, namun pelaksanaannya dipastikan mulai digulirkan usai Lebaran.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut kebijakan ini hanya akan diterapkan pada sektor usaha tertentu yang memungkinkan sistem kerja fleksibel.

Ia mencontohkan bahwa sektor pelayanan, industri, dan perdagangan kemungkinan besar tidak termasuk dalam cakupan kebijakan tersebut.

“Kebijakan WFH ini merupakan bagian dari arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna menjelang Lebaran 2026,” katanya.

Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dalam pola kerja sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengoptimalkan cara kerja agar lebih hemat dan efisien,” terangnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pasokan energi. Pemerintah memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi aman dan mencukupi. (*)

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan
Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara
Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang
Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”
Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang
KPK Beberkan Kondisi Tersangka Yaqut
KPK Didesak Jelaskan Tahanan Yaqut
KPK Geser OTT ke Cilacap, Tetapkan 2 Tersangka Modus Setoran THR
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:58 WIB

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Kamis, 2 April 2026 - 00:10 WIB

Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara

Rabu, 1 April 2026 - 08:11 WIB

Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:14 WIB

Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang

Berita Terbaru

News

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Senin, 20 Apr 2026 - 09:58 WIB