ESTORIA - Harapan Tim Nasional Indonesia untuk melangkah ke final Piala AFF U-19 atau ASEAN Boys Championship 2026 harus berakhir di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis malam. Garuda Muda takluk tipis 0-1 dari Australia dalam laga semifinal yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.
Gol tunggal penentu kemenangan Australia dicetak Marcus Edward Neil pada menit ke-88. Gol tersebut sekaligus memupus asa Indonesia yang sepanjang pertandingan mampu memberikan perlawanan ketat.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain dalam tempo tinggi. Di hadapan 22.628 penonton yang memadati stadion, Indonesia dan Australia saling menekan untuk mencari gol pembuka. Namun hingga turun minum, tak satu pun peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol. Babak pertama pun ditutup dengan skor imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, pelatih Indonesia Nova Arianto berupaya meningkatkan daya serang timnya dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Theodore Evan Leeming, Nazriel Alfaro Syahdan, dan Eizar Jacob Tanjung ditarik keluar, sementara Reno Salampessy, Jardim, dan Amar Rayhan Brkic masuk untuk memberikan energi baru.
Perubahan itu mulai berdampak positif. Indonesia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Pada menit ke-66, Amar Rayhan Brkic menerima umpan terobosan dari lini tengah, namun gagal menuntaskannya menjadi gol.
Peluang terbaik Indonesia datang pada menit ke-79. Dimas Adi Prasetyo yang menerima umpan matang dari Amar berhasil berdiri bebas di depan gawang. Sayangnya, sontekannya justru melebar ke sisi kanan gawang Australia.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Australia justru berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-88, Marcus Edward Neil sukses menjebol gawang Indonesia dan membawa timnya unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan ini membuat Indonesia harus mengalihkan fokus ke perebutan tempat ketiga. Garuda Muda akan menghadapi Kamboja pada Sabtu (13/06/2026) pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, Australia melangkah ke partai final dan akan berhadapan dengan Thailand pada hari yang sama pukul 20.15 WIB. Thailand memastikan tiket final setelah tampil dominan dengan mengalahkan Kamboja 4-0. Empat gol Thailand dicetak oleh Nattahakit Phosri (31'), Itthimon Tippanet (45+1', 80'), dan Udom Sean (88').
Usai pertandingan, pelatih Indonesia Nova Arianto tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, tim menunjukkan perkembangan yang positif meski gagal meraih kemenangan.
“Melawan Australia adalah pertandingan yang sangat luar biasa. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil, terutama pentingnya menjaga fokus karena kehilangan konsentrasi sedikit saja bisa berakibat fatal,” ujar Nova.
Ia mengakui Indonesia lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk menghadapi tekanan Australia. Meski beberapa peluang tercipta pada babak kedua, penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
“Fokus berikutnya adalah menghadapi Kamboja dalam perebutan juara ketiga. Turnamen ini akan menjadi bahan evaluasi agar kami bisa lebih baik lagi menghadapi prakualifikasi Piala Asia,” katanya.
Di kubu lawan, pelatih Australia Richard Garcia mengaku puas dengan keberhasilan timnya melaju ke final. Namun, ia menegaskan kemenangan tersebut diraih melalui perjuangan yang tidak mudah.
“Sepanjang pertandingan kami terus berusaha membongkar pertahanan Indonesia dan baru berhasil menemukan celah di penghujung laga,” ujar Garcia.
Australia kini hanya selangkah lagi dari gelar juara, sementara Indonesia bertekad menutup turnamen dengan meraih posisi ketiga.