estoria.id - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya angkat bicara terkait sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea (KFA). Meski mengaku kecewa, pelatih asal Korea Selatan itu memastikan hukuman tersebut sama sekali tidak memengaruhi komitmennya menangani Persija Jakarta.
Dalam konferensi pers Piala Presiden 2026 di Vasa Hotel Surabaya, Sabtu (25/07/2026), Shin menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa Persija tampil maksimal menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Ia bahkan menyatakan siap menghabiskan satu dekade berada di Indonesia.
"Tidak, tidak ada masalah. Selama 10 tahun tidak ada masalah. Saya seorang pelatih Persija Jakarta, saya sudah mengambil tanggung jawab dan tidak ada masalah," ujar Shin Tae-yong.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengakui keputusan KFA menyisakan rasa kecewa. Ada sejumlah hal yang menurutnya ingin ia sampaikan kepada pihak-pihak di Korea Selatan. Namun, ia memilih mengesampingkan persoalan tersebut demi profesionalisme sebagai pelatih Persija.
"Sejujurnya, ada beberapa hal yang membuat saya sedih, dan saya ingin berbicara dengan para pemerintah di sini (Korea Selatan), tetapi saya seorang pelatih, dan saya ingin mengambil tanggung jawab. Saya datang ke sini untuk Persija, dan saya akan terus berada di sini [Indonesia] selama 10 tahun," katanya.
Shin kembali menegaskan bahwa sanksi yang berlaku di Korea Selatan tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap berkarier di Indonesia. Menurutnya, tanggung jawab kepada Persija jauh lebih penting dibanding memikirkan polemik yang sedang dihadapinya.
"Saya ingin mengambil tanggung jawab, tapi tidak ada masalah. Tidak ada masalah sama sekali untuk menjabat pelatih Persija. Dan, itu pun bukan 10 tahun," ucapnya.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Korea (KFA) menjatuhkan sanksi berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun kepada Shin Tae-yong. Kendati demikian, sanksi tersebut hanya berlaku di wilayah yurisdiksi KFA sehingga tidak menghalangi dirinya untuk tetap melatih Persija Jakarta di kompetisi sepak bola Indonesia.
Di sisi lain, pelatih berusia 55 tahun itu juga mulai mengalihkan fokus ke persiapan timnya menjelang laga menghadapi Persebaya Surabaya. Ia mengakui waktu persiapan Macan Kemayoran belum berjalan ideal, namun optimistis para pemain akan memberikan penampilan terbaik.
"Besok, kita akan melakukan pertandingan dengan Surabaya. Memang kami tidak terlalu sempurna untuk proses persiapan untuk pertandingan besok, tetapi kita tetap akan bekerja keras untuk pertandingan lawan Persebaya," tutur Shin.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa isu sanksi yang diterimanya tidak akan mengganggu konsentrasinya dalam membangun kekuatan Persija untuk menghadapi musim baru.