estoria.id - Perjalanan Team Vitality (VIT) sebagai wakil Indonesia di ajang Mid Season Cup (MSC) at Esports World Cup (EWC) 2026 harus terhenti di babak perempat final. Pada game keempat, Vitality tak mampu membendung dominasi Falcon Esports, wakil Filipina, yang tampil begitu disiplin dan akhirnya mengunci kemenangan untuk melaju ke semifinal.

 

Sejak pertandingan dimulai, Falcon Esports langsung memperlihatkan permainan khas Filipina yang mengandalkan rotasi cepat, penguasaan objektif, dan eksekusi team fight yang rapi. Mereka mampu mengontrol tempo pertandingan sejak early game, membuat Vitality kesulitan mengembangkan strategi.

 

Vitality sempat berupaya mengimbangi permainan melalui sejumlah inisiasi dan perebutan objektif. Namun, koordinasi para pemain Falcon selalu mampu meredam setiap serangan. Keunggulan dalam penguasaan map membuat Falcon terus memperlebar selisih gold dan memaksa Vitality bermain bertahan.

 

Memasuki menit 13:50, Falcon Esports unggul cukup jauh dengan skor 12-5. Dari sisi ekonomi, wakil Filipina itu telah mengumpulkan sekitar 47,5 ribu gold, sementara Vitality baru memperoleh 37 ribu gold, menciptakan selisih lebih dari 10 ribu gold. Keunggulan tersebut menjadi faktor utama yang membuat Falcon semakin sulit dihentikan.

 

Penampilan para pemain Falcon juga sangat impresif. Kyle menjadi motor serangan tim dengan kontribusi 6 kill, 1 death, dan 2 assist. Super Marco tampil efektif dengan catatan 4/1/5, sementara Hadji berperan besar dalam membuka team fight dan memberikan dukungan kepada rekan-rekannya dengan statistik 1/1/7. Di lini depan, Flap dan Owgwen sukses menjaga ritme permainan sehingga Falcon selalu unggul dalam setiap pertarungan.