Namun, manajemen belum memaparkan hasil investigasi maupun memastikan kapan hasil tersebut akan disampaikan kepada keluarga dan publik.

 

Belum ada penjelasan terperinci mengenai jenis obat yang diberikan kepada Firman, alasan infus dimatikan, tindakan medis ketika pasien mengalami kejang, ataupun penyebab kematiannya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RS BHC Sumenep belum mengumumkan hasil investigasi secara terperinci. Redaksi telah berulang kali menghubungi Manager Humas dan Marketing RS BHC, Sandra Rahestri, melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus tersebut.